Connect with us

Mancanegara

Mohammad Safadi Calon Perdana Menteri Lebanon Yang Baru

Published

on

Mohammad Safadi Calon Perdana Menteri Lebanon

Mohammad Safadi Calon Perdana Menteri Lebanon. Para pengujuk rasa mengatakan pengusaha dan mantan anggota parlemen Tripoli Mohammad Safadi adalah lambang dari sistem yang ingin mereka hancurkan/Foto: Aljazeera

NUSANTARANEWS.COMohammad Safadi calon perdana menteri Lebanon yang baru. Setelah selama dua minggu mengadakan pertemuan tertutup terkait dengan pengunduran diri Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri pada 29 Oktober – keputusan akhirnya dicapai pada pertemuan Kamis malam antara Hariri dan perwakilan dari partai-partai besar Syiah, Hezbollah dan Amal.

Menteri Luar Negeri Lebanon Gebran Bassil mengumumkan bahwa mantan Menteri Keuangan Mohammad Ahmed Safadi telah setuju untuk menduduki jabatan perdana menteri dalam pemerintahan baru, lapor MTV Lebanon.

Safadi, telah setuju untuk menjadi perdana menteri selanjutnya sambil menunggu persetujuan dari semua partai besar parlemen, sebuah proses yang akan dimulai pada hari Senin, kata Bassil menegaskan.

Bassil juga mengatakan bahwa peristiwa baru-baru ini telah mempercepat keruntuhan ekonomi di negara itu, dan menekankan perlu segera dilakukan langkah pencegahan dengan membentuk pemerintah penyelamat ekonomi – yang juga mendapatkan dukungan internasional untuk pemulihannya.

Seperti diberitakan, para pemrotes anti-pemerintah meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah di Beirut, Lebanon. Puluhan ribu pemrotes dari segala usia berkumpul di kota-kota besar dan kecil di seluruh negeri, turun ke jalan-jalan menjadi aksi protes terbesar dalam empat hari terakhir.

Lebanon telah diguncang oleh aksi protes sejak pertengahan Oktober lalu ketika pemerintah mengumumkan rencana sistem pajak dengan menggunakan layanan telepon melalui WhatsApp. Akibatnya kuatnya tekanan. pada akhir 29 Oktober, Perdana Menteri Saad Hariri mengumumkan pengunduran dirinya, meskipun tetap akan tetap menjabat sampai pemerintahan baru terbentuk.

Baca Juga:  Perekonomian Indonesia Sepertiga dari Ekonomi Asean

Sementara Mohammad Safadi (75 tahun) oleh para aktivis dianggap sebagai simbol dari sistem yang ingin mereka hancurkan. Safadi sendiri berasal dari keluarga Sunni yang memulai bisnisnya di Lebanon pada tahun 1969. Ketika pecah perang saudara 1975, Safadi berinvestasi di Arab Saudi sehingga memiliki investasi dan koneksi bisnis yang kuat di Arab Saudi, bahkan meluas ke dunia Arab dan Eropa.

Pada tahun 1990, Safadi mendirikan Safadi Group Holding di Lebanon yang menguasai sebagian besar wilayah Teluk Zeitunay, sebuah kawasan marina mewah di Beirut yang bermitra dengan keluarga Hariri, Solidere. Aktivis menuduh Safadi menggunakan koneksi politiknya untuk membeli tanah dengan harga murah.

 

Meskipun Safadi tidak dituduh dalam skandal korupsi apa pun, namun tetap saja bisnisnya menghadapi sejumlah kontroversi. Pada tahun 2006, The Guardian melaporkan bahwa Safadi disebut sebagai “perantara kedua untuk Saudi” dalam kasus penjualan senjata ilegal yang dilakukan oleh perusahaan Inggris, BAE Systems.

Safadi sendiri telah berulang kali menjabat di pemerintahan, terakhir adalah sebagai menteri keuangan negara dari 2011 hingga 2014. Safadi juga pernah memimpin komite pengarah Komite Bantuan Teknis Regional Timur Tengah (METAC) dari Dana Moneter Internasional (IMF). Dia juga kepala Komite Persahabatan Parlemen Lebanon-Jerman dan anggota Komisi Ekonomi di parlemen.

Nominasi Safadi, miliarder Sunni yang berpusat di Saudi, untuk menggantikan Hariri, miliarder Sunni lain yang juga berpusat di Arab Saudi, telah mengejutkan banyak pihak. Para demonstran menyebut nominasi itu sebagai “tuli” dan “bodoh” di tengah revolusi anti elitis di Lebanon.

Pencalonan Safadi mendapat tentangan dari para pengunjuk rasa di jalan-jalan, dan di sekitar kediaman Safadi di Beirut, para demonstran berteriak, “Keluar pencuri, kau adalah salah satu dari mereka.” (Agus Setiawan)

Baca Juga:  Pernah Sebut IMF dan World Bank Sudah Usang, Jokowi Harus Tahu Fungsi dan Manfaat Lembaga Keuangan Global

Loading...

Terpopuler