Connect with us

Peristiwa

Misteri Sosial Media, Viktor Laiskodat dan Kasus Pria Dibakar

Published

on

Foto Ilustrasi/Istimewa/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Saat ini sedang bergulat dua wacana besar di media sosial. Antara pidato provokatif Viktor Laiskodat yang mengancam persatuan kesatuan bangsa dan peristiwa seorang pria di Bekasi yang dibakar massa karena diduga mencuri amplifier.

Menurut mantan Komisioner KPI Iswandi Syahputra, kedua wacana itu sama-sama merusak hubungan kemanusiaan dan kebangsaan di Indonesia. “Karena itu keduanya harus dikutuk,” ungkap dia, saat dikonfirmasi Nusantaranews, Selasa (8/8/2017).

Tapi sebenarnya kemana arah kutukan publik yang lebih kuat hendak diarahkan? Menurut penulis buku Rahasia Simulasi Mistik Televisi itu bisa dilihat dari bagaimana netizen memproduksi wacana dan membincangkannya di media sosial.

Atau lanjut dia, bagaimana media online terus memproduksi berita dan menyebarkannya atau memberi penekanan lebih dominan pada satu peristiwa saja. “Itu satu hal,” sambunga.

Hal lainnya, kata Iswandi, setelah ditelusuri kemudian terjawab hal pertama, muncul pula hal kedua. “Mengapa netizen atau media online lebih sering atau lebih condong membincangkan atau menyebarkan satu peristiwa dari dua peristiwa terkutuk itu?” ujarnya.

Dari pertanyaan kedua, ungkap Dosen Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga itu, akan muncul potret atau gambaran setiap isu berbeda pola penyebarannya. Perbedaan itu, sambung dia, merepresentasikan kelompok yang berbeda. “Dan ini menunjukkan bahwa beginilah agenda tersembunyi itu bekerja masuk menyelinap menjadi agenda publik,” katanya.

Sebagai warga negara, maka menurutnya, warganet menjadi sulit untuk otonom karena tanpa sadar kesadaran mereka juga dikendalikan oleh informasi yang diterimanya. Informasinya asli, tapi kemasan dan wacana dominan yang dapat membuat orang tanpa sadar kehilangan kesadaran bahwa mereka tidak sadar masuk dalam kesadaran palsu.

“Jadilah kita pembenci abadi antar sesama di negeri subur ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Selamat Datang di Rumah Pancasila, Selamat Bergabung Menjadi Manusia Indonesia

Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler