Connect with us

Artikel

Misteri ID & Paspor Dalam Serangan Teror New York 9/11 Hingga Manchester 2017

Published

on

ID & Paspor Pelaku Teror 11/9 hingga Manchester 2017/AS/Images Nusantaranews.co

Oleh: Agus Setiawan

NUSANTARANEWS.CO – Ada sebuah fenomena menarik dari peristiwa teror yang berlangsung belakangan ini, yakni ditemukannya ID atau Paspor pelaku teror di reruntuhan lokasi kejadian. Mulai dari Barcelona, Menchester, Berlin, Paris, Nice, London hingga New York.

Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan mobil van yang menewaskan 13 orang di Barcelona, Spanyol. Media ISIS mengklaim bahwa, pelaku serangan Barcelona adalah tentara ISIS yang melakukan operasi sebagai respons atas seruan mereka untuk menyerang negara-negara koalisi, demikian dilansir kantor berita Perancis, AFP, Jumat (18/8/2017). Benarkah ISIS yang bertanggung jawab?

Seperti dalam peristiwa Barcelona baru-baru ini, “Paspor Spanyol” seseorang asal Maroko ditemukan di lokasi serangan. Laporan media Spanyol mengkonfirmasi bahwa tersangka adalah orang Spanyol dari kota otonom Melilla yang berbatasan dengan Maroko. Dalam laporan El Nacional, menyatakan bahwa tersangka Driss Oukabir, berusia 28 telah melapor ke kantor polisi Catalan di Ripoll untuk membantah bahwa dirinya terlibat dalam serangan tersebut. Oukabir menyatakan bahwa ID-nya telah dicuri dan digunakan oleh teroris untuk menyewa salah satu van yang digunakan untuk serangan tersebut.

Berikut adalah ulasan keadaan dan bukti yang berkaitan dengan paspor dan ID yang ditemukan setelah serangan teror yang dipilih, yang memiliki kaitan dengan artikel Penelitian Global dan laporan media (2001-2017): Dari New York 9/11 ke Manchester, Mei 2017 (Penelitian Global Research).

The Manchester Terror Attack, Mei 2017

Tersangka Bom Manchester diklaim memiliki hubungan dengan Al Qaeda … Demikian menurut NBCNews.com – 23 Mei 2017. Manchester, Inggris. Salman Abedi, pria Inggris berusia 22 tahun … dalam serangan bom bunuh diri, memiliki hubungan dengan al Qaeda dan telah menerima pelatihan teroris … diidentifikasi oleh kartu bank yang ditemukan di Sakunya di tempat kejadian…

Sebuah kartu bank telah ditemukan dengan mudah di kantong … ISIS telah mengaku bertanggung jawab atas serangan Manchester, tapi tanpa … Tidak ada gambar kartu bank yang dituduhkan tersedia. Ironisnya, tersangka Abedi pertama kali diidentifikasi oleh Washington Post. bukan oleh polisi dan keamanan Inggris. Bagaimana Washington Post tahu siapa pelakunya 3 jam setelah ledakan?

Baca Juga:  Soal Premanisme Kubu OSO di KPU, Hanura Bambu Apus Akan Tempuh Jalur Hukum

Menurut Graham Vanbergen: Pada dini hari tanggal 23 Mei – sekitar 02.35 BST NDTV melalui Washington Post menyatakan bahwa: “Pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengidentifikasi penyerang tersebut sebagai Salman Abedi. Mereka tidak memberikan informasi tentang usianya atau kewarganegaraannya, dan pejabat Inggris menolak untuk mengomentari identitas tersangka tersebut.” Berita ini diterbitkan pada saat polisi dan petugas keamanan Inggris menolak untuk membuat pernyataan tentang siapa yang mereka anggap sebagai pelaku teror tersebut.

Teror Truk Berlin

Oleh WhoWhatWhy. Penelitian Global, 22 Desember 2016 : Dokumen identitas tersangka ditemukan di dalam truk yang digunakan dalam serangan Senin di sebuah pasar, saat Natal, yang menyebabkan 12 orang tewas, kata pejabat keamanan Jerman.

Tersangka diketahui oleh keamanan Jerman sebagai seseorang yang berhubungan dengan kelompok radikal Islam. Menteri Dalam Negeri Rhine Westphalia Utara Ralf Jaeger mengatakan kepada wartawan.

Serangan Teror Nice

Sumber: Daily Mail, 15 Juli 2016. Dalam Keadaan Darurat Militer yang Permanen… pelaku dugaan teror telah meninggal dan telah meninggalkan ID-nya.

Pada saat perayaan Hari Libur Nasional Prancis yang lalu, sekitar pukul 11 malam, sebuah truk yang melaju degan cepat menabrak kerumunan ribuan orang yang sedang menonton kembang api di sepanjang Boulevard Anglais Mediterania. Sopir truk itu, secara bersamaan dan tanpa pandang bulu juga telah menembaki kerumunan orang. Dia kemudian kabur kurang lebih sejauh 2 kilometer sebelum dihentikan oleh polisi, yang langsung menembak mati di tempat.

Pengemudi truk muda itu diidentifikasi sebagai seorang Prancis berusia 31 tahun, penduduk Nizza, dengan asal Tunisia. Seperti dalam kasus sebelumnya, ‘kebetulan’ memiliki dokumen identitas yang ditemukan di truknya.

Penembakan Charlie Hebdo

Baca Juga:  Sensitif Kelompok Teroris, Motif Polisi Tembak Sebuah Mobil Rombongan Kondangan di Sumsel

Dr. Paul Craig Roberts, 10 Januari 2015, “Menurut laporan, polisi telah menemukan identitas Said Kouachi di lokasi penembakan Charlie Hebdo. Apakah ini terdengar akrab?

Ingat, pihak berwenang juga mengaku telah menemukan paspor yang tidak rusak dari salah satu pembajak yang diduga melakukan serangan 11 September di antara reruntuhan menara kembar World Trade Center.

Serangan Teroris Paris dan 911: Dengan bukti yang serupa membuatnya menjadi begitu mencurigakan – meski ISIS menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan di Paris, seperti halnya Al Qaeda yang juga mengaku bertanggung jawab atas 911. …

Kesamaan antara serangan teror di Paris dan New York City pada tanggal 11 September: Pertama, Paspor Suriah dan Mesir dari dua pembom bunuh diri ditemukan di lokasi serangan stadion di bagian utara kota. Setelah kedua tersangka teroris meledakkan alat peledak mereka, paspor mereka masih utuh ditemukan. Hal ini membawa kita kembali kepada serangan 11 September di mana pejabat AS menemukan paspor utuh beberapa blok dari World Trade Center dari salah satu pembajak,

Dalam konteks penyelidikan tentang pembantaian di Paris, sebuah paspor Suriah ditemukan di salah satu pelaku pembom bunuh diri di Stade de France – sebagaimana ditunjukkan oleh Presiden Hollande – bahwa ISIS yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Namun, eksekutif Prancis menyatakan bahwa mereka ingin bertindak di Suriah yang diduga melawan ISIS, namun sebenarnya melawan Bashar El Assad. Dengan bukti ini, menjadi petunjuk penting bagi pemerintah guna menjalankan operasi militer mereka melawan teroris.

Serangan Teroris, 7 Juli 2005: Bagaimana Pemboman London 2005 telah menjadikan setiap Muslim sebagai “Tersangka Teror“. Oleh Karin Brothers, 26 Mei 2017. Pada hari Selasa, 12 Juli, istri Lindsay Samantha Lewthwaite telah menghubungi polisi untuk melaporkan suaminya Germaine (“Jamal”) hilang. Polisi segera menggeledah rumah mereka. Keesokan harinya, pada tanggal 14 Juli, polisi mengumumkan bahwa mereka memiliki ID Lindsay dan dia adalah pembom keempat.

Baca Juga:  Kehadiran Raja Salman Dikhawatirkan Picu Terorisme, Muhammadiyah: Itu Kekhawatiran Berlebihan

Lewthwaite merasa tidak percaya dan menolak untuk mempercayai tuduhan tersebut tanpa bukti DNA. Identifikasi polisi sangat menakjubkan karena mereka mengklaim bahwa semua saksi melihat tersangka orang Pakistan. Tidak mungkin ada orang yang salah lihat untuk bisa menyalahkan, betapa tidak, Lindsay berperawakan hitam dan besar untuk orang Asia.

Apa yang polisi lihat? Apakah Amerika di serang oleh Muslim pada 9/11? Dalam versi resmi untuk peristiwa 9/11, FBI mengklaim bahwa mereka telah menemukan paspor salah satu pilot di dekat salah satu menara yang rusak menjadi abu oleh ledakan yang panasnya melelehkan kolom baja dalam struktur bangunan.

Demikian pula pada pesawat keempat di dekat Shanksville juga ditemukan paspor yang meskipun hangus, namun masih memungkinkan untuk membaca nama depan dan nama belakang orang tersebut guna mengenali identitasnya, termasuk foto dirinya. Semua hal ini semakin mengganggu terutama karena tidak ada yang tersisa di kawah sisa ledakan, tidak ada bagian dari pesawat atau orang-orang yang bepergian di dalamnya, ajaibnya ada paspor yang hanya sebagian hangus.

Bahkan menurut laporan CBS News, “seorang pejalan kaki menemukan sebuah paspor dari satu pembajak di jalan hanya beberapa jam setelah serangan 9/11. Menurut Who What Why: Visa Satam al-Suqami, ini mengidentifikasi dokumen salah satu dari pembajak 9/11 yang diduga berhasil bertahan tanpa cedera beberapa blok dari menara kembar, meskipun pesawat itu tidak terselamatkan.

Demikian pula Paspor milik Ziad Jarrah dan Saeed al-Ghamdi, Paspor dari dua pembajak United Airlines Flight 93 yang diduga selamat dari kecelakaan di Pennsylvania. Padahal pesawat itu sendiri hangus dan hancur berantakan – namun menyisakan paspor utuh – atas nama Saeed al-Ghamdi dan Ziad Jarrah.

Nah, sekarang bisakah kita mempercayai laporan resmi pemerintah? Bisakah kita mempercayai media Barat?***

Loading...

Terpopuler