Connect with us

Ekonomi

Misi Bank Dunia Adalah Menciptakan Pasar Global Bagi Negara Maju

Published

on

Misi Bank Dunia Adalah Menciptakan Pasar

Misi Bank Dunia adalah menciptakan pasar. Tugu Coca Cola di Mozambik, sebuah negara tertinggal di Afrika/Foto: BBC

NUSANTARANEWS.CO – Misi bank dunia adalah menciptakan pasar. Sejak awal keberadaannya, Bank Dunia tidak merefleksikan jenis ekonomi politik yang tepat untuk diterapkan pada negara-negara berkembang. Alasannya jelas. Pertama, karena saat itu bukan prioritas utama, karena pada akhir 1950-an sebagian besar pinjaman diberikan kepada negara-negara insdustri maju (52,7%). Kedua, kerangka teoritis para ekonom dan direktur Bank Dunia masih menggunakan sudut pandang neo klasik yang tidak memberikan tempat bagi negara-negara berkembang.

Baru pada satu dekade kemudian Bank Dunia mengeluarkan instrumen spesifik berbunga rendah bagi negara-negara berkembang dengan pembentukan Asosiasi Pembangunan Internasional atau International Development Association (IDA).

Bank Dunia sejak awal didirikan memang merupakan instrumen global penakluk negara bangsa berbekal jurus andalannya liberalisasi dan privatisasi. Dengan demikian maka sektor publik dan swasta harus memainkan peran yang berbeda. Masyarakat harus memastikan rencana pembangunan infrastruktur yang memadai: kereta, jalan, pembangkit listrik, pelabuhan, komunikasi, kepentingan umum lainnya. Sedangkan sektor swasta harus berurusan dengan pertanian, industri, perdagangan, dan keuangan karena dianggap lebih efektif.

Artinya segala sesuatu yang menguntungkan harus diserahkan kepada sektor swasta. Di sisi lain, menyediakan infrastruktur harus jatuh ke sektor publik yang biayanya harus dipenuhi oleh masyarakat untuk membantu sektor swasta. Dengan kata lain, Bank Dunia merekomendasikan privatisasi keuntungan yang dikombinasikan dengan sosialisasi biaya apa pun yang tidak secara langsung menguntungkan.

Pembukaan perdagangan luar negeri menurut Frederic S. Mishkin dalam The Next Great Globalization: terjadi mulai tahun 1870 sampai Perang Dunia I – di mana Globalisasi pertama ini merupakan awal terbukanya aliran-aliran barang, jasa, modal dan bisnis dari berbagai negara yang kemudian terintegrasi menjadi pasar yang lebih luas. Pada rentang waktu itu, perdagangan internasional tumbuh di level 4% per tahun dan aliran modal internasional tumbuh 4,8% per tahun.

Baca Juga:  Kaum Muda Milenial Indonesia Digerakkan Dukung Prabowo-Sandi

Di sisi lain, perdagangan luar negeri juga telah membuat orang berkenalan dengan benda-benda baru yang tidak terpikirkan dan dapat diakuisisi dengan cara lebih mudah.

Bank Dunia melihat bahwa banyak budaya yang menempatkan nilai rendah pada kemajuan materi dan beberapa pandangan menganggapnya tidak sesuai dengan tujuan masyarakat dan individu. Oleh karena itu, perspektif itu harus diubah dengan memodernisasi masyarakat terkebelakang agar memiliki keinginan untuk mengejar materi sebagai simbol kemajuan.

Hal inilah yang kemudian menjadi laporan utama Pembangunan Global 1987 oleh Bank Dunia terkait sosialisasi, investasi dan perdagangan luar negeri, khususnya di negara-negara berkembang. Dengan kata lain Bank Dunia mempunyai misi untuk memodernisasi masyarakat yang terkebelakang dengan nilai-nilai material dan gaya hidup sebagai simbol kemajuan. Sehingga secara tidak langsung negara-negara berkembang dapat menjadi pasar bagi produk-produk negara industri maju. (Alya Karen)

Loading...

Terpopuler