Berita UtamaEkonomiTerbaru

Miris, Pabrik Banyak Berdiri di Sidoarjo Tapi Pengangguran Masih Tinggi

Miris, Pabrik Banyak Berdiri di Sidoarjo Tapi Pengangguran Masih Tinggi
Miris, pabrik banyak berdiri di Sidoarjo tapi pengangguran masih tinggi/Foto: Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Benjamin Kristianto.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Tingginya angka pengangguran di kabupaten Sidoarjo disorot. Meski sudah ada penurunan versi BPS, namun kota udang tersebut masih menunjukkan tingginya pengangguran dibanding daerah lain di Jawa Timur.

Anggota komisi E DPRD Jawa Timur Benjamin Kristianto mengatakan dirinya prihatin atas hasil survei BPS tersebut atas tingginya pengangguran di Sidoarjo. Menurut politisi Gerindra ini padahal di kabupaten Sidoarjo banyak kawasan industri yang mempekerjakan banyak buruh.

“Selain itu Sidoarjo juga masuk sentra industri yang berdekatan dengan Gresik dan Surabaya. Kok malah pengangguran tinggi,” jelasnya, Kamis (8/12).

Harusnya, sambung Benjamin, Pemkab Sidoarjo membuat kebijakan khusus dimana perusahaan-perusahaan yang ada di Sidoarjo memberikan skala prioritas untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal asal Sidoarjo.

“Diakui kalau Pemkab Sidoarjjo telah melakukan pelatihan-pelatihan usaha buat tenaga kerja asal Sidoarjo, hal ini semua sebenarnya bagus, namun belum tentu bisa menghasilkan dan meningkatkan ekonomi mereka. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan yang ada di Sidoarjo memprioritaskan untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal asal Sidoarjo,” tandasnya.

Baca Juga:  Kembali Pasukan AS Terlihat Mengangkut Jarahan Minyak dan Gandum Suriah ke Irak dengan 60 Truk

Terpisah, Bupati Muhdlor lantas membeberkan sejumlah strategi sector ekonomi yang dipacu Pemkab Sidoarjo untuk mengurangi pengangguran antara lain APBD dialokasikan untuk berbagai program yang menggerakkan ekonomi lokal. Di antaranya berbagai pembangunan infrastruktur jalan yang memudahkan mobilitas orang dan barang, dan dengan sendirinya menggerakkan ekonomi.

Ada pula program Kartu Usaha Perempuan Mandiri (KURMA) yang memberikan modal usaha untuk ribuan kelompok, yang otomatis turut membuka lapangan kerja.

Di APBD juga dialokasikan beragam program yang mendorong tumbuhnya kewirausahaan seperti fasilitasi anak muda di setiap kecamatan untuk memulai usaha dengan pelatihan keterampilan teknis dunia bisnis. Belanja APBD Sidoarjo juga dialokasikan besar untuk UMKM.

“APBD itu milik rakyat. Hasilnya harus optimal untuk rakyat. Tidak boleh programnya elitis. Juga tidak boleh dibuat main-main. Maka kita optimalkan APBD untuk menggerakkan ekonomi rakyat, khususnya UMKM,” beber Gus Muhdlor beberapa waktu lalu.

Dari hasil survei terbaru dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya, pada 2022 ini TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) Sidoarjo tercatat tertinggi di Jawa Timur. Angka pengangguran di kota itu mencapai 8,80 persen. Namun, angka ini sebetulnya sudah terjadi penurunan cukup signifikan. Sebab, tahun sebelumnya TPT di Kota Delta mencapai 10,87 persen atau turun 2,07 persen.

Baca Juga:  Nahkoda Baru IKA-UTM, Abdul Halim Target Berdiri Fakultas Kedokteran di Bangkalan

Penurunan TPT juga terjadi di Gresik. Pada 2021, angkanya masih mencapai 8 persen. Tahun ini menjadi 7,84 persen atau penurunan hanya 0,16 persen. Demikian juga di Surabaya. Ada penurunan jumlah TPT. Dari sebelumnya mencapai 9,68 persen, kini tinggal 7,62 persen. (setya)

Related Posts

1 of 14