Connect with us

Hukum

Minta Pengamanan Korupsi dan Gratifikasi, Dirut PLN Sambangi KPK

Published

on

MK sore ini (41/12/2016) menggelar sidang perdana uji materi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak (UU Pengampunan Pajak atau tax amnesty)/Foto via KPO
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK)/Foto via KPO

NUSANTARANEWS.CO – Direktur Utama (Dirut) PT PLN, Sofyan Basyir mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang terletak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017). Dalam pertemuan ini, Sofyan mengaku hanya melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan pimpinan KPK.

Dalam rapat tersebut, PLN meminta dukungan pengawasan kepada KPK dalam menjalankan setiap proyeknya. Salah satunya dalam proyek pembangunan listrik 35.000 MW.

“Kalau tadi koordinasi untuk dukung pekerjaan PLN untuk membangun sistim kontrol yang lebih baik,” ujarnya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis, (26/1/2017).

“Tadi kami koordinasi dan KPK sangat dukung rencana untuk pengamanan dan bagaimana bahwa korupsi dan gratifikasi itu bisa diamankan dalam proyek-proyek PLN,” lanjut dia.

Mantan Dirut PT BRI (Persero) Tbk itu juga mengaku turut membahas mengenai dugaan suap oleh perusahaan penyedia mesin asal Inggris, Rolls-Royce kepada pejabat PLN.

“Iya (soal Rolls-Royce turut dibahas),” pungkasnya. (Restu)

Loading...

Terpopuler