Connect with us

Politik

Minta Dikaji Ulang, Full Day School Ganggu Pendidikan Agama di Jatim

Published

on

renville antonio, full day school, sekolah diniyah jatim, sekolah gratis jatim, nusantaranews, nusantara news, nusantaranewsco, nusantara

Reses wakil ketua Komisi C DPRD Jatim Renville Antonio, Sabtu (17/11/2018). (Foto: Setya N)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Pemberlakuan full day school di beberapa sekolah di Jawa Timur ternyata dikeluhkan hampir sebagian besar masyarakat di Jatim. Pasalnya, dengan diberlakukannya sistem sekolah tersebut, berdampak pada pengelolaan TPQ (Taman Pendidikan Quran) di Jatim. Salah satunya di kota Mojokerto.

“Sebaiknya perlu ditinjau kembali karena siswa pulang sekolah jam 4 sore. Sudah capek hingga tak mau ke TPQ,” ungkap Mohamad Hadi salah satu warga di Kedung Mulang Mojokerto saat menghadiri reses wakil ketua Komisi C DPRD Jatim Renville Antonio, Sabtu (17/11/2018).

Tak hanya itu, keberadaan full day school tersebut bisa mengganggu keberadaan sekolah diniyah di Jatim.

”Kalau sore juga anak-anak tak mau datang karena capek,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Renville Antonio mengaku akan menyampaikan kepihak-pihak terkait atas permasalahan tersebut.

“Meski bukan termasuk bidang saya, ini aspirasi yang sangat baik dan nanti tetap akan kami sampaikan kepada komisi yang membidangi,” jawabnya.

Ada juga warga yang mengeluhkan kacang lupa kulitnya. Ungkapan ini ditujukan kepada wakil rakyat yang dinilai melupakan konstituennya.

“Ungkapan kacang lupa kulitnya itu sulit hilang karena munculnya sangat subjektif. Anggota Dewan itu dianggap bisa menyelesaikan semua masalah. Bahkan sampai urusan pribadi ada yang minta bantuan,” kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim ini.

Renville mencontohkan, ada 497 orang yang meminta bantuan untuk memasukkan anaknya sekolah.

“Tidak mungkin saya bisa memenuhi semua permintaan pribadi semacam itu. Tapi alhamdulillah, tahun 2019 mendatang SMA/SMK di Jawa Timur gratis. Anggarannya akan ditandatangi DPRD Jatim bulan ini,” ungkap Renville.

Pewarta: Setya N
Editor: Banyu Asqalani

Baca Juga:  Pajak 10% Konsumen Restoran di Nunukan Tuai Polemik, Ini Tanggapan DPRD

Loading...

Terpopuler