Connect with us

Gaya Hidup

Mindful Sex Mampu Meningkatkan Kepuasan dan Kenikmatan Seksual (Bag I)

Published

on

Mindful Sex bisa meningkatkan kenikmatan dan kepuasan hubungan seksual. (FOTO: DOk. Getty/iStock)

Mindful Sex bisa meningkatkan kenikmatan dan kepuasan hubungan seksual. (FOTO: DOk. Getty/iStock)

NUSANTARANEWS.CO – Mula-mula dikenal istilan Mindfulness yang hingga kini belum ada satu kesepakatan bersama tentang arti dan penerapannya dari para para psikolog maupun seksolog. Namun definisi yang banyak digunakan dari Mindfulness ialah pengertian yang menyebut bahwa Mindfulness adalah memperhatikan momen saat ini. Istilah tersebut awalnya secara tipikal diterapkan pada kematangan mental, namun akhir-akhir ini perlahan-lahan berubah menjadi keintiman.

Perihal ‘Mindful sex‘ dengan konsep yang disebut-sebut cukup sederhana disebut sebagai aktifitas hubungan intim dengan tanpa memikirkan hal lain. Artinya, ketika sedang melakukan hubungan intim, jangan biarkan pikiran anda kemana-kemana, sebab pasangan Anda bisa jadi sudah akan mencapai puncak klimaks.

Baca Juga:

Seorang terapis seks dan hubungan menilai, ketika Anda melakukan hubungan intim dengan kesadaran penuh pada kenikmatan seks bersama pasangan, maka hal itu akan memberikan pengaruh signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental. Sebab hal itu memungkinkan Anda untuk sepenuhnya fokus pada sensasi tubuh Anda dan akhirnya menghasilkan pengalaman seksual yang lebih memuaskan.

Seperti halnya meditasi, seks yang penuh perhatian adalah tentang memusatkan perhatian pada hal-hal kecil dari apa yang Anda lakukan pada saat tertentu: zonasi di sini dan sekarang sebagai lawan dari sebelum dan sesudah.

Menurut ahli psikoseksual dan psikoterapis hubungan, Kate Moyle, Mindful Sex adalah tentang memberikan dan memberi diri Anda waktu dan ruang untuk menikmati dan mengalami seks yang Anda alami. “Being present is key,” kata Kate kepada The Independent. Artinya, ketika Anda tengah melakukan hubungan intim mesti menunjukkan kehadiran Anda sepenuh pikir, rasa, emosi dan batin.

Being present is key – begitu sering dalam hidup kita terganggu dan jarang memberikan sesuatu perhatian penuh kita, yang berarti kita telah kehilangan banyak hal,” katanya.

Rasa enggan untuk fokus pada satu hal suatu waktu bisa sangat merugikan saat berhubungan seks. Keengganan itu pun bisa menjadi faktor meningkatnya ketidakpuasan seksual yang lazimnya dialami banyak perempuan millenial di Inggris.

Terbukti, dalam sebuah survei Kesehatan Masyarakat Inggris bulan Juni tahun lalu mengungkapkan bahwa 49 persen wanita berusia 25 hingga 34 tahun mengungkapkan hambarnya pengalaman seksual mereka.

Seorang terapis pasangan Diana Richardson menyebut salah satu alasan meluasnya ketidakpuasan seksual, bisa jadi karena terlalu banyak dari kita menganggap seks sebagai tujuan eksklusif-semacam berientasi pada gerakan fisik semata.

Hal tersebut disarankan oleh Richardson pada sebuah acara TEDx dimana ia bicara tentang ‘The Power of Mindful Sex‘ dimana video tersebut telah dilihat lebih dari 180.000 kali hingga tulisan ini disadur dari The Independent. “Memandang seks sebagai sarana mencapai akhir melalui orgasme dapat menciptakan kecemasan kinerja dan mengarah pada kurangnya keintiman,” kata Richardson

Ini merupakan kontradiksi dari mindful sex yang digambarkan Richardson sebagai “lebih seperti Anda menjadi seks daripada berhubungan seks”.

Pakar seks dan hubungan pemenang penghargaan Alix Fox itu menjelaskan, menyegarkan lagi persepsi tentang seks dengan cara ini dapat sangat membebaskan, mengurangi segala macam kecemasan yang dimiliki tentang kecakapan seksual dan citra tubuh. “Orang-orang yang melakukan hubungan seks yang lebih sadar diri juga lebih cenderung menjadi pasangan yang lebih baik, dan menawarkan lebih banyak kepuasan,” katanya kepada The Independent.

Sumber: The Independent
Editor: Mugi Riskiana

Advertisement

Terpopuler