Connect with us

Budaya / Seni

Mimbar Pertunjukan Sastra Yogyakarta Tampilkan Sastrawan Lintas Generasi-Lintas Daerah

Published

on

Pembacaan puisi perwakilan provinsi Aceh, Salah Satu penampilan pada Pertunjukan Mimbar Sastra 2016. Foto: Dok. Panitia/Istimewa

NusantaraNews.co, Banten – Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menggelar Mimbar Pertunjukan Sastra untuk yang kedua. Tahun ini, Mimbar Pertunjukan Sastra akan menampilkan sejumlah Sastrawan yang tinggal di Yogyakarta dari latar belakang masa proses kreatif yang berbeda dan dari daerah yang berbeda pula.

Para sastrawan yang akan tampil secara individu dalam malam perhelatan sasta tersebut yakni, Iman Budhi Santosa akan membacakan karyanya dalam Bahasa Jawa dan Indonesia, Hamdy Salad akan membacakan syair-syair berbahasa Arab, Indrian Koto akan membaca puisi berbahasa Padang dan Indonesia, Mira Antigone akan membaca puisi berbahasa Bali, Bustan Basir Maras akan membaca puisi berbahasa Mandar, Yopi Setia Umbara (Sunda), Dimas Indiana Senja (Bumiayu), Shohifur Ridho Ilahi (Madura) dan Iqbal H. Saputra (Belitung).

Ketua Pelaksana Kegiatan Mimbar Pertunjukan Sastra 2017 Harmono menyampaikan, tahun ini Mimbar Pertunjukan Sastra menampilkan konsep yang sedikit berbeda. Jadi, selain penampilan para sastrawan lintas daerah tersebut juga akan ada pertunjukan dalam bentuk grup yang menyajikan karya sasatra dalam bentuk yang lain.

“Pada tahun ini ada tiga group yang akan menyajikan sastra manca yaitu Regenboegen Sastra Jerman UNY, Savanna Sastra Inggris UMY, dan kelompok mahasiswa Cina Sasindo UAD. Dari Indonesia akan menampilkan Kamasutra sastra Jawa UGM. Bentuk pertunjukannya yang ditampilkan group tersebut akan bermacam-macam, ada yang berbentuk dramatisasi, musik puisi, da nada pula yang menampilkan operet,” ungkap Harmono dalam pernyataan tertulis yang diterima Redaksi NusantaraNews, Selasa, 12 September 2017.

Harmono juga menyampaikan bahwa, Mimbar Pertunjukan Sastra 2017 merupakan bentuk apresiasi terhadap nilai luhur yang terkandung dalam khazanah sastra. “Sastra dalam hal ini adalah sastra dalam artian luas, baik sastra Indonesia modern (termasuk sastra dunia) dan sastra daerah (nusantara),” terangnya.

Baca Juga:  Dilarang Berulang Tahun di Sini - Puisi Surya Gemilang

Kegiatan Mimbar Pertunjukan Sastra 2017 ini, katanya, penting dilaksanakan. Mengingat sastra sebagai sebuah dunia reflektif, sebagai sebuah sarana untuk memanusiakan manusia telah hadir di Nusantara sejak sebelum terbentuknya negara Indonesia.

“Dalam karya tersebut tersimpan kearifan yang menjadi penuntun tata nilai di masyarakat. Baik sastra dunia, sastra Indonesia, maupun sastra nusantara merupakan sebuah cermin yang berfungsi untuk mengingatkan kembali bagaimana sebaiknya kita mengarungi samudera kehidupan ini,” imbuh Penyair bernama pena S Arimba itu.

Mimbar Pertunjukan Sastra 2017 bertema besar “Melintas Rruang Kemanusiaan: Sastra Dunia, Sastra Indonesia, Sastra Nusantara” akan dilangsungkan di kompleks RRI Yogyakarta (halaman RRI Pro 2) di jalan Affandi, Demangan Yogyakarta, Jumat malam, 15 September 2017, pukul 19:00.

Pewarta/Editor: Ach. Sulaiman

Loading...

Terpopuler