Connect with us

Hankam

Militer Indonesia Diminta Gerak Cepat Lengkapi Kebutuhan Alutsista

Published

on

Pasukan Militer Indonesia (Ilustrasi)

Pasukan Militer Indonesia (Ilustrasi)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pengamat alutsista nasional, Jagarin Pane berkali-kali mengatakan bahwa pengadaan berbagai jenis alutsista untuk militer Indonesia masih banyak yang harus dipenuhi. Misalnya pengadaan 3 skadron jet tempur, 3 kapal jenis PKR, 3 kapal selam, belasan KCR, belasan kapal patroli cepat, 100 tank amfibi, 100 tank Pindad, 100 Panser Anoa dan lain-lain adalah sebuah keniscayaan yang harus dicukupi.

“Gerak cepat pengadaan dengan dukungan anggaran yang semakin besar dan terbesar adalah bagian dari sebuah kinerja yang dipantau dengan mata elang,” ungkap Jagarin dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu (19/5/2018).

Mengenai Natuna yang kini sudah hampir selesai pembangunan pangkalan militernya, menurut Jagarin harus dipercepat pula untuk isian alutsistanya. Demikian juga dengan wilayah perbatasan lainnya.

“Pola kerja cerdas dan koordinasi sangat diperlukan untuk memastikan kita tidak ketinggalan kereta dalam membangun kekuatan militer. Kita mengapresiasi keputusan strategis TNI AL dengan menyebar permanen 4-5 KRI ke berbagai Lantamal. Ini langkah jitu untuk sebuah respon cepat patroli angkatan laut,” ujarnya.

Baca Juga:
Mengembangkan Postur Pertahanan di Timur Negeri Adalah Keharusan

Adanya kekuatan baru divisi tempur “ketiga” di Papua, lanjut Jagarin akan memberikan energi pertahanan yang baru dalam sebuah manajemen pertahanan yang rantai komandonya ada di luar Jawa. “Sebuah terobosan besar karena wilayah timur yang penuh dengan energi sumber daya alam yang melimpah harus dijaga ketat,” sambungnya.

Ia menambahkan, kehadiran tiga matra kekuatan militer yang permanen di timur negeri dalam sebuah komando strategis yang saling mendukung adalah sebuah kewajiban mutlak. “Militer adalah bagian dari nadi NKRI, dan nadi itu adalah eksistensi NKRI. Jadi jelasnya denyut nadi itu adalah TNI dan NKRI,” ungkap Jagarin.

Editor: Gendon Wibisono

Advertisement

Terpopuler