Connect with us

Mancanegara

Militer AS Kecam Agresivitas Militer Cina di Pasifik Sebagai Langkah Destabilisasi

Published

on

Militer AS kecam agresivitas militer Cina di Pasifik sebagai langkah destabilisasi.

Militer AS kecam agresivitas militer Cina di Pasifik sebagai langkah destabilisasi/Foto: Youtube

NUSANTARANEWS.CO, Washington – Militer AS kecam agresivitas militer Cina di Pasifik sebagai langkah destabilisasi. Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat (AS) mengkritik kegiatan militer Cina di Laut Cina Selatan dan di Laut Cina Timur yang semakin intensif dan agresif sebagai contoh terbaru dari tindakan destabilisasi. Hal tersebut dikatakan oleh juru bicara Komando Indo-Pasifik Angkatan Laut AS Kapten Mike Kafka dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam.

“Tindakan itu mencerminkan upaya PLA yang berkelanjutan dengan menggunakan militernya sebagai alat untuk mengintimidasi para tetangga yang juga memiliki klaim territorial di perairan,” kata Kafka.

Juru bicara INDOPACOM juga menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) akan terus terbang, berlayar dan beroperasi di wilayah mana pun yang diizinkan oleh hukum internasional, sambungnya.

“Kegigihan militer AS akan secara rutin beroperasi di seluruh kawasan Indo-Pasifik, termasuk perairan dan wilayah udara yang mengelilingi Laut Cina Selatan dan Laut Cina Timur, sama seperti kami telah mendekati wilayah tersebut selama 240 tahun terakhir. Operasi kami merupakan bukti kesediaan kami untuk mendukung Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka untuk semua negara di bawah hukum internasional,” tegasnya.

Cina telah mengklaim sebagian besar perairan Laut Cina Selatan sebagai bagian wilayah kedaulatannya dan sejauh ini membuktikan klaimnya dengan membangun pangkalan militer di pulau-pulau buatan di atas perairan tersebut.

Sementara AS memandang Laut Cina Selatan sebagai jalur air internasional dan secara rutin mengirim kapal perang untuk berpatroli di perairan tersebut sebagai operasi kebebasan navigasi. (AS)

Baru-baru ini, Armada VII AS telah mengerahkan “Theodore Roosevelt Carrier Strike Group melintas Laur Cina Selatan tanpa mendapat halangan dari kapal-kapal perang Cina di tengah meningkatnya provokasi Beijing terhadap Taiwan. Baru setelah armada CSG Theodore Roosevelt berlalu, Cina mulai mengerahkan kapal-kapal perangnya untuk menggelar latihan militer kawasan laut di antara Teluk Tonkin dan barat Semenanjung Leizhou pada 27 hingga 30 Januari. Lokasi latihan hanya berjarak beberapa ratus kilometer di timur Hanoi, Vietnam, di mana Partai Komunis Vietnam sedang menyelenggarakan Kongres Rakyat ke-13. (AS)

Baca Juga:  Positif Corona, Apa Kebijakan Pemkot Lhokseumawe?

Loading...

Terpopuler