Connect with us

Puisi

Menyiapkan Pesta Perkawinan Puisi – Puisi Rudi Santoso

Published

on

International Artist Gina will capture your "moment in time" that will last forever!/Foto: Dok. http://ginastrumpfstudio.com
International Artist Gina will capture your "moment in time" that will last forever!/Foto: Dok. http://ginastrumpfstudio.com

Permata

Aku mencintaimu karena dirimu adalah kebaikan yang berada dalam kesunyian
Mengenmbara pada puisi yang sudah dan belum kutulis
Aku mencintaimu seperti aroma kopi yang mengundang rindu dalam penat
Mengemas kata dengan ketat
Walau ada rasa pahit yang menyengat, itulah nikmat

Aku mencintaimu seperti kegelisahan seorang anak merindukan seorang ibu dan ayahnya
Menangis dalam pelukan ketika bertemu
Saling mengecup kening dan hujan di pipinya menjadi risalah tuhan dalam kitabnya
Seorang anak yang tidak lupa kepada orang tuanya

Aku mencitaimu seperti para tukang adzan di masjid-masjid
Menyuarakan kebaikan, yang berdosa berhenti sejenak, walapun setelah itu dilanjutkan kembali, didalam kehidupanmu akan kubangun istana megah penuh dengan taman seperti yang dijanjikan tuhan kepada mereka yang berbuat baik

Aku mencitamu seperti aku mencintai puisiku
Sebab puisiku adalah permata

Yogyakarta, 2016

Simak:
Hikayat Puisi dan Mimpi Menjadi Penyair
“Kecamuk Kota” Ekspresi Kritis Rudi Santoso Terhadap Kehidupan Kota

Menyiapkan Pesta Perkawinan Puisi

Akan aku siapkan bunga-bunga pernikahan untukmu
Sebagai ritual perjalanmu selama satu tahun mencari kekasihmu
Ceritakan pada kekasihmu
Aku ibu sekaligus bapakmu
Merestui pernikan itu dan pilahlah tempat yang paling indah untuk menikmati bulan madu

Aku akan mengundang seluruh saudaramu
Yang tidak kulibatkan mengembara denganmu untuk mencari kekasihnya
Mungkin satu tahun kemudian mereka akan kuberangkatkan menyusulmu kepelaminan itu

Doakanlah saudaramu itu
Semoga ia tidak menangsi di pojok sepi dan sunyi
Seperti yang kau rasakan sebelumnya
Tunggulah dalam perjalan waktu
Kau akan bertambah saudara yang masih pulas pada kenyataan dan penindasan

Yogyakarta, 2016

Rudi Santoro

Rudi Santoro

*Rudi Santoso, lahir di Sumenep Madura. Mahasiswa Sosiologi UIN Sunan Kalijaga. Beberapa puisinya termaktub dalam Sajak Kita (GemaMedia2015), Secangkir Kopi (2014), dan Surat untuk Kawanan Berdasi (2016), antologi cerpen muda Indonesia (Gema Media 2015), dan beberapa puisinya telah terbit diberbagai media cetak lokal dan nasional. Saat ini sedang merampungkan buku antologi puisi tunggalnya yang akan dilaunching anatara bulan oktober/november 2016.

Baca Juga:  Puisi Gus Nas: Sedekah Laut

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resinsi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Terpopuler