Berita UtamaKolomMancanegaraOpiniTerbaru

Menunggu Reaksi Cina Terhadap Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan

Menunggu reaksi Cina terhadap kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan
Menunggu reaksi Cina terhadap kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Terlepas dari apapun alasannya, operasi militer khusus Rusia di Ukraina bukanlah gertak sambal. Pada April 2021, Presiden Vladimir Putin telah mengeluarkan peringatan keras kepada AS-NATO dan Barat terkait masalah keamanan dan kesabaran Rusia.  Bahwa Ukraina yang bergabung dengan NATO adalah garis merah yang diidentifikasi sebagai sebuah ancaman nyata dan Rusia akan menanggapi dengan cepat dan keras.

Lalu bagaimana sikap Cina terhadap Taiwan yang telah sekian lama ingin diintegrasikan kembali? Apalagi baru-baru ini Ketua DPR AS, Nancy Pelosi tiba-tiba berkunjung ke Taipei, ibu kota Taiwan pada hari Selasa (2/8). Pelosi adalah pejabat tertinggi AS yang mengunjungi Taiwan dalam 25 tahun terakhir.

Ingat kasus Meng Wanzhou pada tahun 2018, kepala keuangan Huawei yang menjadi tahanan rumah di bawah pemerintah Kanada selama tiga tahun atas permintaan AS.

Menariknya dalam kasus Pelosi yang memasuki wilayahnya, Cina tidak mengambil tindakan apapun. Beijing bisa saja mengerahkan beberapa pesawat militer untuk memaksa pesawat Pelosi mendarat paksa dan kemudian menangkapnya karena memasuki wilayah Cina tanpa izin. Atau dengan niat baik, Beijing bisa saja mengirimnya kembali langsung ke Washington.

Baca Juga:  Gabyar Fashion Batik 2022 di Gunung Promo, Cara Pemkab Pamekasan Promosikan Batik Tulis

Padahal sebelumnya, dalam dalam percakapan telepon selama 2 jam, Presiden Cina Xi Jinping telah memperingatkan Presiden Joe Biden agar tidak bermain api.

Seperti diketahui, dalam Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang disahkan pada  25 Oktober 1971, PBB telah mengakui bahwa Republik Rakyat Cina (RRC) adalah “satu-satunya perwakilan sah Cina untuk PBB” dan menghapus “perwakilan Chiang Kai-shek” dari PBB. Dengan demikian PBB mengakui bahwa Taiwan adalah bagian integral dari RRC.

Sementara Washington mengakui RRC sebagai satu-satunya perwakilan Cina melalui Komunike Shanghai (1972) yang ditandatangani oleh Presiden Richard Nixon dan Ketua Mao Zedong

Sejauh ini, Beijing hanya mengerahkan jet-jet tempurnya dan armada kapal perangnya ke perairan Taiwan – tepatnya mulai mengepung kota pulau tersebut dari lima arah dengan dalih latihan militer skala besar.

Nah, kalau Putin tidak menggertak bagaimana dengan sikap Xi Jinping yang telah memperingatkan Joe Biden sebelumnya? (Agus Setiawan)

Related Posts

1 of 2.365