Connect with us

Ekonomi

Menuju Kelangkaan, Jumlah Wilayah Kerja Migas di Indonesia Terus Menurun

Published

on

Tata Kelola Migas di Indonesia (Ilustrasi)/Foto: Dok. EnergyToday.com

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Bahan bakar fosil diproyeksikan terus tergerus. Hal itu dilihat dari jumlah wilayah kerja (WK) minyak dan gas (migas) di Indonesia terus menurun dari tahun ke tahun. Kini hanya ada 264 WK, dari sebelumnya ada 270 WK.

“Jumlah terakhir juga bisa terus turun,” ujar Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi di Jakarta kemarin, yang ditulis Sabtu (28/9/2017).

Menurutnya, dari 264 WK tersebut, sebanyak 87 WK sudah masuk pada tahap eksploitasi, sedangkan 126 WK lain masih dalam tahap eksplorasi. Sedangkan 51 lainnya adalah WK eksplorasi non konvensional dengan 44 WK yang masih aktif dan 7 WK dalam proses terminasi.

Amien mengatakan, bahwa ada beberapa kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas tidak bisa melaksanakan komitmen kerjasama hingga periode eksplorasi berakhir akibat kekurangan modal.

Kendati demikian, jika secara umum kinerja SKK Migas hingga September 2017 memenuhi banyak target.

Amien menyampaikan, dalam bidang penahanan laju penurunan produksi tahun 2017 yang ditarget tidak lebih besar dari 5 persen, SKK migas berhasil menahan laju penurunan migas pada angka 3 persen.

Sementara itu, peningkatan cadangan minyak dan gas yang ditarget sebesar 60 persen (barrel oil equivalent) hanya tercapai 50,90 persen. Kemudian target lifting minyak yang ditarget 815 Mbopd hanya tercapai 797 Mbopd (98 persen).

Lifting gas, ditarget 6.440 MMscfd tercapai 6.376 MMscfd (99 persen). Sedangkan total lifting minyak dan gas dari target 1.965 Mboedpd tercapai 1.934 Mboepd (98 persen)

SKK Migas juga dibebani target untuk pengendalian cost recovery maksimal USD 10,71 miliar,yang kemudian terealisasi sebesar USD 7,76 miliar atau 73 persen.

Baca Juga:  Cadangan Migas Papua Diincar Investor Dari Cina, Eropa dan Amerika

“Kalau cost recovery itu makin sedikit makin baik,” ujarnya. Sayangnya, realisasi penerimaan negara sebesar USD 12,20 miliar hanya tercapai USD 9,59 miliar.

Pewarta: Richard Andika
Editor: Ach. Sulaiman

Loading...

Terpopuler