Connect with us

Berita Utama

Menteri Pertahanan Venezuela Tuding AS dan Kolombia Sebagai Dalang Serangan Gerilya di Perbatasan

Published

on

Menteri Pertahanan Venezuela Tuding AS dan Kolombia Sebagai Dalang Serangan Geerilya di Perbatasan

Menteri Pertahanan Venezuela tuding AS dan Kolombia sebagai dalang serangan gerilya di perbatasan/Foto: via Sputnik News

NUSANTARANEWS.CO, Caracas – Menteri Pertahanan Venezuela tuding AS dan Kolombia sebagai dalang serangan gerilya di perbatasan. Menteri Pertahanan Vladimir Padrino López mengecam disinformasi oleh media dan LSM yang melaporkan bahwa serangkaian serangan gerilya di wilayah perbatasan Venezuela barat adalah pekerjaan faksi pembangkang dari FARC Kolombia.

Menhan mengecam “kampanye disinformasi” oleh media asing dan LSM yang tidak menyebutkan identitas kelompok teror tersebut. Minggu lalu, jurnalis Érika Ortega Sanoja mengabarkan bahwa serangan itu dilakukan oleh pecahan FARC yang beranggotakan 1.500 orang di Kolombia tenggara yang dipimpin oleh Gentil Duarte, nom-de-guerre Miguel Santillana.

Jenderal Vladimir Padrino López dengan tegas menuding bahwa AS dan Kolombia lah yang berada di balik serangkaian infiltrasi lintas batas paramiliter yang berhadapan dengan angkatan bersenjata Venezuela – yang menyebabkan dua tentara Venezuela tewas.

Jenderal itu juga mengatakan bahwa kelompok paramiliter Kolombia tersebut melakukan berbagaian tindakan seperti: “penyelundupan narkoba, pemerasan, penculikan, perdagangan manusia, eksploitasi seksual anak, penyelundupan, penambangan ilegal … serta memasang ranjau diperbatasan.

“Kelompok-kelompok yang disebutkan di atas mendapat dukungan dari pemerintah Kolombia dan Badan Intelijen Pusat. Dengan demikian, serangan mereka ke Venezuela harus dianggap sebagai serangan oleh Ivan Duque yang… menciptakan koridor kriminal di perbatasan di bawah saran dari Komando Selatan AS,” kata Padrino López, merujuk pada pasukan militer AS di Amerika Latin.

Sementara beberapa jurnalis menyebut serangkaian serangan itu dilakukan oleh faksi-faksi bersenjata pembangkang yang memisahkan diri dari mantan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC).

Menteri Perminyakan Venezuela menambahkan bahwa serangan teroris tersebut menargetkan Industri migas PDVSA di Monagas. (Banyu)

Baca Juga:  KPK Periksa Politisi Nasdem Terkait Kasus Suap Damayanti

Loading...

Terpopuler