Menlu Kerajaan Belanda Tinjau Waduk Prijetan di Lamongan

waduk prijetan, waduk lamongan, menlu belanda, lamongan, arsitek waduk prijetan
Menteri Luar Negeri Kerajaan Belanda His Excellency Mr Stefanus Abraham Blok meninjau Waduk Prijetan di Desa Melati Kecamatan Kedungpring. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Lamongan – Menteri Luar Negeri Kerajaan Belanda His Excellency Mr Stefanus Abraham Blok melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dalam rangka meninjau Waduk Prijetan di Desa Melati Kecamatan Kedungpring yang terdapat makam warga Belanda (Arsitek Pembangunan Waduk Prijetan).

Selain meninjau Waduk Prijetan juga meninjau program deradikalisasi pemerintah Indonesia di Yayasan Lingkar Perdamaian Indonesia di Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan di mana penanggung jawabnya ialah Komjem Pol Suhardi Alius yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Kunjungan yang dihadiri sekitar 100 orang ini juga didampingi Dandim 0812 Lamongan dan Forkopimda, Kamis (5/7).

Hadir pula dalam kunjungan kerja ini delegasi Kerajaan belanda Mr Peter Pitman (Direktur Departemen Asia dan Oceania Kemenlu Kerajaan Belanda), Mr Ahmef Dadou (Sekretaris Pribadi Menteri Luar Negeri Kerajaan Belanda), Mrs. Annemijn Van De Broek (Juru Bicara Kemenlu Kerajaan Belanda), Mr. Hanjo De Kuiper (Petugas Meja Indonesia, Kementerian Luar Negeri Kerajaan Belanda), Mr. Prof. Roelof J. Van Der Veen (Konsul dan Kepala Bidang Hubungan Politik Dubes Kerajaan Belanda untuk Indonesia).

Komjen Pol Suhardi Alius, M. Arsyadi (Sekretaris Dewan Sumber Air Nasional Kemen PUPR RI), Forkopimda Kabupaten Lamongan, Kartika Hidayati (Wabup Lamongan), Yuhronur Efendi (Sekda Kabupaten Lamongan), Kepala OPD se-Kabupaten Lamongan, Charisal A. Manu (Kepala Balai Besar Wilayah Bengawan Solo/BBWS), Ali Fauzi Manzi (Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian Indonesia), Muspika Kecamatan Kedungpring dan Solokuro, para Kepala Desa se-Kecamatan Kedungpring dan Solokuro, warga masyarakat Desa Mlati Kecamatan Kedungpring dan Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro, para santriwan/santriwati TPA Baitul Mutaqin.

waduk prijetan, waduk lamongan, menlu belanda, lamongan, arsitek waduk prijetan
Menteri Luar Negeri Kerajaan Belanda His Excellency Mr Stefanus Abraham Blok meninjau makam warga Belanda (Arsitek Pembangunan Waduk Prijetan). (Foto: Istimewa)

Waduk Prijetan dibangun pada Tahun1909 dan diresmikan tahun 1917. Waduk ini juga sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kabupaten Lamongan untuk mendukung pertanian. Waduk Prijetan memiliki luas 170 Ha yang dulunya mampu menampung air dengan volume sekitar 12.100.000 m3, sekarang hanya mampu menampung sekitar 7.229.000 m3. Areal baku sawah seluas 4.513 Ha meliputi 33 desa. Adapun daerah yang diairi terdiri dari 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Kedungpring, Sugio dan Modo.

Baca Juga:  Jerman Mulai Mengembangkan Persenjataan Rudal Hipersonik

Waduk Prijetan dioperasikan pada tahun 1917 di antaranya meliputi bendung atau tanggul 460 m, kali induk 300 m, saluran primer 5.176 m, saluran sekunder 21.594 m, avour kali Prijetan 14.400 m dan waduk Prijetan memiliki 2 waduk lapangan yaitu Waduk Senthir dan Waduk Kalen.

“Saya berterima kasih kepada Kementerian PUPR dan Balai Besar Sungai Bengawan Solo yang sudah memperhatikan pembangunan waduk di Kabupaten Lamonga,” kata Bupati Lamongan, Fadeli.

Sementara itu H. E. MR. Stephanus Abraham Blok (Menteri Luar Negeri Kerajaan Belanda) menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang hangat dari Bupati Lamongan kepada rombongan Menlu Kerajaan Belanda.

“Saya mengucapkan terima kasih bisa datang di tempat ini dan melihat secara langsung banyaknya kemajuan pembangunan di Indonesia,” katanya.

“Saya menyampaikan terimakasih atas sambutan dan saya berharap bisa mempererat hubungan bilateral Pemerintah RI dan Belanda, khususnya peningkatan irigasi dan sumber air,” tambahnya. (red/ed/nn)

Editor: Banyu Asqlani