Connect with us

Lintas Nusa

Menkopolhukam dan KPI Ingin Migrasi Analog ke Digital Disegerakan

Published

on

Forum Koordinasi dan Konsultasi Migrasi Televisi Analog ke Digital (Foto Istimewa/Nusantaranews.co)

NUSANTARANEWS.CO, Semarang – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Jend TNI (Purn) Wiranto dalam paparannya di acara Forum Kordinasi dan Konsultasi di Semarang, Kamis (8/3/2018) berharap agar ada putusan penting terkait migrasi analog ke digital.

“Forum ini harus menghasilkan keputusan penting tentang migrasi analog ke digital. Kita Sudah ketinggalan dari negara-negara yang sudah migrasi. Berubah atau punah,” tuturnya.

Sementara itu, Komisioner KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) Pusat, Agung Suprio menyampaikan bahwa ada banyak kerugian saat menggunakan televisi analog.

Baca Juga:
Tertibkan Redribusi Konten Ilegal, KPI dan Polri Teken MoU Soal Hak Siar TV Kabel Tanpa Izin
Informasi Asing Lalu-lalang di Perbatasan, KPI Ambil Sikap
Masa Tenang, KPI Imbau Lembaga Penyiaran Tak Tayangkan Siaran Kampanye

“Indonesia telah tertinggal dari negara-negara lain yang melakukan migrasi dari analog ke digital, baik dari segi pemasukan negara lewat e-commerce sampai pada perkembangan teknologi non konvensional berbasis pada internet,” ucapnya.

Kelambanan melakukan migrasi ini menurut Agung akan membebani negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. “Indonesia juga menjadi beban bagi negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang telah melakukan migrasi. Karena dua negara tadi kesulitan untuk menyesuaikan frekuensi untuk daerah perbatasan. Bagi Indonesia, migrasi ke digital ini dapat menuntaskan persoalan luberan asing dari negara-negara tetangga,” terangnya.

Dirinya berharap, agar RUU penyiaran segera disahkan. Alasannya supaya masyarakat bisa mendapat  tampilan televisi yang berkualitas. Selain itu, negara juga akan mendapat income dari digital dividen. “Dan KPI menjadi lembaga yang lebih kuat,” katanya. (Riyadi)

Editor: Romandhon

Advertisement

Terpopuler