Connect with us

Traveling

Menko Luhut: Bali Destinasi Wisata Terbaik di Dunia

Published

on

Wisatawan Mancanegara Berkunjung ke Pura Tanah Lot Bali/Foto via gayadigital/Nusantaranews

Wisatawan Mancanegara Berkunjung ke Pura Tanah Lot Bali. (Foto: gayadigital)

NUSANTARANEWS.CO, Bali – Menteri Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Bali adalah destinasi wisata terbaik di dunia. Hal itu disampaikan Luhut saat Deklarasi Sakenan di Pura Sakenan, Bali, Selasa (9/10/2018).

Dalam deklarasi ini, Menko Luhut juga mengungkapkan bahwa Bali merupakan salah satu destinasi wisata terbaik di dunia sekarang ini. Hal itu dibuktikan bahwa kunjungan wisatawan ke Bali semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“Nah sekarang komitmen kita saja mau bagaimana, karena Bali sebagai destinasi wisata nomor 1 di Indonesia. Bila kita tidak rawat budayanya, tidak rawat lingkungannya, maka orang juga akan malas nanti datang kemari,” kata Menko Luhut.

“Bapak ibu sekalian, kita melihat bahwa kunjungan turis ke Bali ini terus meningkat dan kalau kita lihat sekrang ini, turis dari Tiongkok ini ada 23 persen, Australia 15 persen, Jepang 5 persen, Perancis 5 sekian persen, dan Inggris juga 5 sekian persen. Jadi ragam bangsa yang ke mari juga makin ramai,” sambungnya.

Untuk itu, beberapa pembangunan telah dilakukan sebagai penunjang sektor pariwisata ini. Salah satunya mulai dari sektor infrastruktur. Pemerintah banyak membangun infrastruktur serta Menko Luhut bersama pihak terkait sudah meminta membuat studi antara World Bank dengan Universitas Udayana untuk melihat perkembangan airport di Bali dengan konektivitas juga ke daerah utara Bali.

“Nah sekarang masyarakat Bali, masyarakat adatnya juga perlu menyikapi dengan bagus,” titip Menko Luhut agar semua pihak dapat duduk bersama membicarakan isu-isu yang mungkin menghambat pembangunan.

Lebih lanjut, terkait infrastruktur dengan perkembangan apron di Bandara Bali, Menko Luhut memaparkan lapangan terbang Ngurah Rai akan perbesar apronnya sehingga bisa naikkan hampir 40 juta penumpang pertahun.

“Jadi nanti kita bisa naikkan hampir 40 juta penumpang per tahun yang masuk melalui Ngurah Rai. Kita tadi juga sudah mikir kalau nanti sampai 40 juta bagaimana nanti keluar dari apron ini, dari airport ini. Kita minta dibuat studi apakah nanti akan ada tol laut, apakah nanti ada elevator jalan atau LRT airport supaya nanti bisa keluar dari sana. Karena kalau tidak nanti akan tidak nyaman orang keluar dari sana,” ucapnya.

Kondisi di Bandara Ngurah Rai menurut Menko Luhut saat ini sudah sangat padat. “Hari ini kapasitas Ngurah Rai bisa menampung sampai 23 juta penumpang, jadi kalau sampai 2 kali lipat kita tidak bisa bayangkan traffic di sana. Oleh karena itu, saya mohon masyarakat adat juga bersepakat untuk melihat hasil studi dari World Bank ini. Jangan kita sampai berkelahi. Percayalah pemerintah itu akan melakukan suatu kebijakan yang dasarnya itu studi yang dilakukan,” tambahnya.

Akhir deklarasi, Menko Luhut berpesan bahwa Bali harus bisa mandiri, harus bisa menjadi suatu contoh, sehingga orang atau turis yang datang akan sangat senang.

Untuk menunjukkan respon publik yang positif, Menko sempat mengutip pendapat Managing Director IMF Christine Lagarde. “Kemarin lalu saya dengan Madam Lagarde (Managing Director IMF -red) bersama-sama saya satu mobil dengan dia berbicara panjang lebar, dia sangat mengagumi Bali ini. Dia bilang Bali ini memiliki satu kharisma yang luar biasa. Tadi pagi juga saya jemput Presiden World Bank, di mobil juga beliau mengatakan hal yang sama. Saya minta pada tokoh-tokoh Bali untuk kompak. Jangan kita berburuk sangka, pemerintah tidak akan macam-macam, pemerintah akan berikan yang terbaik buat Bali. Kalau Bali ini bagus, maka Indonesia juga akan bagus,” tutup Menko Luhut.

(nvh/anm)

Editor: Almeiji Santoso

Advertisement

Terpopuler