Menkeu Sebut Rakyat Punya Utang Rp13 Juta per Orang, DPR: Bagai Petir di Siang Bolong

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, belakangan ini menjadi sorotan banyak kalangan dari berbagai pofesi dan latar belakang. Bagaimana tidak, Sri Mulyani yang dianggap sudah tak bisa membantu banyak Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu, kini malah dipandang makin ‘tak sadar diri’ dengan kerap melontarkan pernyataan yang tak hanya membuat publik kebingungan tetapi juga makin gerah.

Pernyataan terakhir adalah pada saat mengisi kuliah umum di Kampus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Bagai tanpa beban dan seolah-olah tanpa dosa, Sri Mulyani menyebut bahwa satu orang Indonesia menanggung utang negara masing-masing sebesar Rp13 juta.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, mengungkapkan bahwa pernyataan itu tidak elok dilontarkan oleh seorang menteri di tengah-tengah situasi ekonomi yang makin lesu.

“Apalagi, publik tak suka politik utang yang jor-joran dilakukan selama ini oleh pemerintah. Semua sepakat bahwa utang tidak sehat, dan justru mengancam kestabilan keuangan nasional,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Pernyataan bahwa rakyat Indonesia punya utang sebesar Rp13 juta rupiah per kepala tersebut, menurut Heri, sangatlah menyakitkan. Sebab, rakyat Indonesia merasa memang tak punya utang.

“Kapan, di mana, dan kepada siapa mereka berutang, kan, tak jelas. Itu seperti disambar petir di siang bolong. Tak berutang, tapi tiba-tiba dicap punya utang,” ujarnya.

Sebagai seorang menteri, lanjut Heri, sebaiknya Sri Mulyani memberikan pernyataan yang sejuk dan mampu menentramkan. Akhir-akhir ini masyarakat sedang tidak nyaman, bahkan marah dengan situasi sosial-ekonomi-politik yang ada sekarang.

“Dalam keadaan yang seperti itu, siapapun, lebih-lebih pejabat publik, mustinya lebih berhati-hati memberikan pernyataan. Maksud baik saja bisa ditafsir tidak baik, apalagi sebaliknya?,” kata Politisi dari Partai Gerindra itu.

Baca Juga:  Gerindra Minta Pemerintah Berhemat Anggaran Untuk Acara IMF-World Bank

Pewarta: DM | Rudi Niwarta
Editor: Achmad Sulaiman