Connect with us

Ekonomi

Menjadi Petani Bukan Takdir, Tapi Anugerah

Published

on

Ilutrasi Kondisi Petani Padi Indonesia di lahan terasering. Foto Dok. natinalgeografic

NUSANTARANEWS.CO – Ketua Dewan Pengurus Provinsi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali, Putu Arya Sedhana menjelaskan tahun ini, HKTI Bali sudah mencanangkan untuk menyediakan lahan seluas 5 hektare di masing-masing kabupaten dan kota se-Bali. Lahan itu akan ditanami bibit M-400 yang akan dimulai pada bulan ini.

“Ketua DPN HKTI menegaskan jadi petani itu bukan takdir, tetapi anugerah untuk menjaga kedaulatan negara. Bibit ini tentu saja mudah, murah dengan hasil yang melimpah,” ungkap dia dalam siaran tertulisnya, Senin (8/1/2018).

Dalam kerangka mendorong penyebaran bibit M-400 di Bali, Arya megaku telah berkomunikasi dengan organisasi subak se-Bali dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Bali. Hasilnya cukup positif. Mereka menyambut baik penggunaan bibit unggulan organik M-400 yang tahan dalam segala situasi ini.

“Responsnya cukup positif. Bahkan kami berencana mencarikan lahan seluas 1.200-1.400 hektare di Bali yang mengelompok. Nantinya Pak Moeldoko akan berinvestasi di sana,” papar Arya. Ia percaya program yang digelontorkan oleh HKTI melalui budidaya bibit M-400 di kalangan petani akan memajukan dan mensejahterakan petani.

“Ini akan mensejahterakan petani, menekan alih fungsi lahan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Bali daerah pariwisata. Kalau tidak ada petani, tidak ada subak, pariwisata kita juga bisa tersendat,” ucap dia.

“Kami mengarah pada UKM di bidang pertanian. Bibit ini segera ditanam di Buleleng yang akan mengawali. Sekitar bulan Maret-April akan panen lagi se-Bali. Wakil Bupati Buleleng sangat mendukung program ini,” tambah Arya.

Pewarta: Elmaiji
Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler