Connect with us

Rubrika

Menikmati Masakan “Keurling Kuah Asam Keung” Khas Tangse

Published

on

Menikmati Masakan “Keurling Kuah Asam Keung” Khas Tangse

Menikmati Masakan “Keurling Kuah Asam Keung” Khas Tangse di rumah makan “Kuala indah”./Foto: Dok. Nusantaranews.co

NUSANTARANEWS.CO. Pidie, Aceh – Menikmati masakan “Keurling Kuah Asam Keung”. Tangse adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pidie, Aceh dengan jumlah penduduk sekitar 25.000 jiwa yang mendiami 28 desa. Kota Tangse berikim sejuk karena  berada di atas ketinggian 600-1200 mdpl. Dengan curah hujan yang tinggi dan tanah yang subur membuat kualitas tanaman daerah ini menjadi yang terbaik. Di samping kesuburan, daerah ini juga memiliki sumber daya alam seperti emas, biji besi dan lain-lain.

Pada era 70-an wilayah ini menjadi salah satu daerah paling makmur di Aceh, dengan hasil sumber daya alamya dan perkebunannya seperti : kopi robusta, padi (beras cantik manis) yang sangat legit, durian yang manis dan holtikultura lainnya.

Berkunjung ke Tangse melalui Beureunuen- Geumpang, tidak lengkap dan belum afdol rasanya bila tidak singgah di Cot Kuala, perbatasan antara Tangse dan Mane – karena di daerah perbatasan ini terdapat satu tempat persinggahan yang menyediakan masakan khas Tangse dengan cita rasa tinggi bagi pecinta kuliner yakni: “Ikan Keurling”.

Letak Cot Kuala, sekitar 12 kilometer dari ibu kota Kecamatan Tangse. Sementara bila dari Bereunuen, Pidie membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam. Bagi Anda yang sedang berpergian menuju Meulaboh, melalui jalur Geumpang, jangan lewatkan untuk mampir menikmati masakan “Ikan Keurling khas Tangse ini.

Lokasi rumah makan “Kuala Indah” milik Muktar ini berada di tepi jalan di lereng Pegunungan Tangse yang memiliki panorama alam yang indah. Hamparan hijau pepohonan bak permadani yang menutupi perbukitan serta iringan gemuruh derasnya airan air sungai yang mengalir di antara bebatuan besar – menjadikan suasana begitu sukar dilukiskan dengan kata-kata.

Baca Juga:  Selain Perppu, Mahasiswa Ajukan Dua Opsi Alternatif Penyelesaian Polemik Revisi UU KPK

Hawa yang sejuk, pemandangan alam pegunungan yang indah dan iringan suara air yang mengalir menjadikan suasana bersantap siang “Ikan Keurling” bertambah nikmat. Rumah Makan Kuala Indah ini memang terkenal dengan masakan ikan air tawarnya, khususnya ikan Keurling atau Kerling.

Letak warung milik Muktar ini mudah di cari karena letaknya dekat jembatan baja yang membentang di atas airan sungai yang dipenuhi oleh bebatuan besar.

Sebagai informasi, Ikan Keurling merupakan ikan air tawar yang bersisik besar mirip dengan ikan Gurami. Ikan ini hidup di sungai bebatuan sepanjang Tangse dan Geumpang. Ikan Keurling dewasa dapat mencapai berat 30 – 45 kg. Di warung milik Muktar, ikan Keurling dimasak dengan sajian kuah bening asam pedas, atau berupa Keurling goreng dan Keurling pepes khas Tangse.

Muktar menjual satu porsi ikan Keurling plus nasi seharga Rp 20 ribu. Bila tanpa tanpa nasi seporsi hanya Rp15 ribu saja. Ikan kerling warung Muktar berasal dari hasil tangkapan masyarakat setempat. Seekor Keurling yang mati dengan berat 1 kg bisa dibeli dengan harga Rp 100 ribu, dan untuk yang masih hidup dihargai 150 ribu.

Ikan Keurling yang masih hidup, bisa dikarantina dalam bak penampungan dan mampu bertahan hidup hingga tujuh hari kedepan, kata seorang warga di sana yang bernama Ramli. Tidak mengherankan bila Muktar juga menjual Keurling segar bagi yang ingin membelinya.

Muktar mengaku warungnya sehari bisa menjual 6 hingga 10 Kg ikan Keurling. Disamping itu, Muktar juga mengatakan bahwa warungnya menyediakan “belut air tawar” untuk pelanggannya.

“Sehari bisa menjual 6 hingga 10 Kg ikan Keurling. Kita juga menyediakan belut air tawar. Biasanya mereka yang singgah disini hanya untuk menikmati ikan Keurling” kata Muktar kepada Nusantaranews.co yang sengaja singgah ke warungnya.

Baca Juga:  Bawaslu Sebut Sasaran Utama Politik Uang Adalah Perempuan

Menurut Muktar para pelanggannya kebanyakan mereka yang sedang melakukan perjalanan ke Meulaboh. Meski begitu, ada juga yang khusus datang dari kota Sigli, hanya untuk menikmati ikan Keurling,” ujar Muktar sambil tersenyum bangga. (Dito).

Loading...

Terpopuler