Berita UtamaLintas NusaPeristiwaTerbaru

Mengganggu Pembelajaran, Bangunan Sekolah di Kabupaten Malang Rusak Parah

Mengganggu embelajaran, bangunan sekolah di Kabupaten Malang rusak parah.
Mengganggu embelajaran, bangunan sekolah di Kabupaten Malang rusak parah.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur Siadi merasa prihatin atas kondisi bangunan sekolah di kabupaten Malang. Pasalnya,hingga kemarin, terdata 342 ruang kelas SD dan 126 ruang kelas SMP rusak berat. Jika tidak segera diperbaiki, berita tentang ruang kelas yang ambruk tinggal menunggu waktu saja.

“Kami berharap Pemprov maupun pemkab setempat segera melakukan perbaikan. Kerusakan tersebut mengancam kelangsungan pembelajaran di wilayah tersebut,”ungkap politisi partai Golkar ini saat dikonfirmasi, Rabu (27/7).

Ketua Golkar Malang ini mengatakan diakui olehnya, pemerintah belum sempat untuk mengalokasikan anggaran perbaikan bangunan sekolah mengingat masih masa pandemi Covid-19. “Semua anggaran saat itu mayoritas untuk penanganan Covid-19 dan dampaknya. Namun perlu ada gerak cepat (gercep) untuk penanganan bangunan rusak,” terangnya.

Kerusakan sekolah tersebut, kata Siadi, sudah dikeluhkan perwakilan masyarakat yang mengadu kepadanya terkait bangunan sekolah yang rusak.

“Mereka melaporkan kalau pembelajaran terganggu. Disaat pembelajaran berlangsung, tiba-tiba atapnya ambrol Ini mengkhawatirkan sekali dan butuh segera penanganan untuk perbaikan bangunan sekolah yang rusak,” jelasnya.

Baca Juga:  Perekonomian Belum Membaik, Bandara di Madura Sepi Penumpang

Data ruangan sekolah yang rusak itu sebenarnya sudah diunggah di laman npd.kemendikbud.go.id. Jika ditotal, 92,81 persen ruang kelas SD di Kabupaten Malang dalam kondisi rusak. Dengan kata lain, 7.474 ruang kelas mengalami kerusakan dari total 8.053 ruang kelas. Rinciannya, 79,25 persen atau sebanyak 6.382 dalam kondisi rusak ringan, 9,31 persen atau 750 ruang kelas rusak sedang, dan 4,25 persen atau 342 ruang kelas rusak berat. Sedangkan yang dalam kondisi baik hanya 7,19 persen atau sebanyak 579 ruang kelas.

Kondisi yang hampir sama juga dialami bangunan atau ruang kelas sekolah menengah pertama (SMP). Masih mengutip dari laman npd.kemendikbud.go.id, disebutkan bahwa 88,05 persen ruangan kelas SMP di Kabupaten Malang mengalami kerusakan. Atau 2.660 ruang kelas mengalami kerusakan dari total 3.021 ruang kelas. Rinciannya, 71,67 persen atau 2.165 ruang kelas dalam kondisi rusak ringan, 12,21 persen atau 369 ruang kelas rusak sedang, dan 4,17 persen atau 126 ruang kelas rusak berat. Hanya 11,95 persen atau 361 ruang kelas yang dalam kondisi baik. (setya)

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

No Content Available