Connect with us

Politik

Mengenang Pidato Archandra Saat Menjadi Menteri

Published

on

Mantan Menteri ESDM Archandra Tahar/Foto ilustrasi nusantaranews

Mantan Menteri ESDM Archandra Tahar/Foto ilustrasi nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Archandra Tahar kini sudah menyandang status mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dia merupakan menteri paling singkat menjabat diantara menteri lainnya yakni hanya 20 hari bekerja saja. Kendati demikian, marilah sedikit mengenang pidato beliau saat masih menjadi menteri yang kini malah menjadi nyata.

Berikut isi petikan pidato Archandra 6 Agustus 2016, pada acara HBH Minang Bandung di Menara Multimedia:

Jabatan menteri itu hanya nama. Semoga takutku pada Allah membimbingku menjalankah amanahmu. Kenapa? Hari ini saya bisa bercerita dan bapak-bapak bisa mendengar. Saya tidak tahu apakah besok saya juga bisa bercerita seperti ini.

Saya juga tidak tahu sampai kapan yang namanya 7 kata dan 7 huruf menteri masih bisa melekat. Toh kita lahir tanpa baju, pulang juga dengan kafan. Karena pada akhirnya yg dilihat oleh Allah itu bukan jabatan, bukan kekayaan, tapi ketaqwaan kita kepada Allah.

Kalau saya ditanya, gimana rasanya jadi menteri, saya katakan sama saja. Hari ini saya bisa di sini, ibu-ibu atau bapak-bapak di sana. Suatu saat ibu-ibu atau bapak-bapak di sini, saya di sana. Hanya waktu yang akan membuktikan kita akan berada dimana. Time is a sequence of events. Sekarang event-nya saya berada di sini, suatu saat nanti saya bahkan akan berada di belakang sekali.

Untuk itu mohon saya dibukakan pintu maaf. Saya orang Minglish. Berbahasa Inggris logat Minang. Berbahasa Indonesia logat Minang. Mohon saya diterima kembali sebagai orang Minang. (Restu)

Loading...

Terpopuler