Connect with us

Ekonomi

Mengenal Sosok Haji Ayep Zaki, Sang Pendiri Forum Komunikasi Doa Bangsa

Published

on

fkdb, ayep zaki, aa zaki, haji ayep zaki, peraih upakarti, pembina umkm, pemberdayaan umkm, pendiri fkdb, yppdb, ayep zaki muda, ayep zaki kecil, pt alpindo mitra baja, pegiat manufaktur, bidang manufaktur, yodi sirajudin, nusantaranews

Haji Ayep Zaki, pendiri Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB). (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO – Pada era 1965, di tengah situasi negara sedang diuji dengan keberagaman paham dan ideologi guna membangun NKRI, terlahir seorang putra dari pasangan H Hulaimi Khamami dan Hj Ii Sholihat binti Imam Ghozali yang diberi nama Ayep Zaki. Tepat pada 10 Desember 1965, Ayep Zaki dilahirkan di Bogor.

Setelah tumbuh, Ayep Zaki kecil mengenyam pendidikan dasar di SDN 1 Caringin Bogor lulus tahun 1979. Kemudian Ayep Zaki melanjutkan pendidikan Sekolah Teknik 2 (setara menengah pertama) di kota Sukabumi, Jawa Barat dan lulus tahun 1982.

Merasa haus akan ilmu, Ayep Zaki muda kemudian melanjutkan pendidikannya di STM Kota Sukabumi dan berhasil lulus pada tahun 1985. Kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Politeknik Swiss Institut Teknologi Bandung ( ITB ) hingga mendapatkan gelar diploma. Titel ini diraihnya pada tahun 1988.

Baca juga: Menuju Indonesia Sejahtera Adil dan Makmur

Berbekal pendidikan teknis yang sudah dimiliki, Ayep Zaki muda menggeluti bidang manufaktur. Dengan kegigihan dan penjuangan luar biasa PT Alpindo Mitra Baja sukses dibangun di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kesuksesanya dalam bidang manufaktur belum membuat Ayep Zaki puas. Pria yang kini dikenal dengan sebutan Haji Ayep Zaki atau Aa Zaki tidak pernah merasa puas dengan kesuksesannya, kendati kesuksesan nyata dalam bidang manufaktur telah diraihnya.

Loading...

Memandang penting sebuah kesuksesan yang sebenarnya adalah terciptanya kehidupan masyarakat Indonesia yang sejahtera adil dan makmur sesuai cita-cita pendiri bangsa, Aa Zaki berpikir agar bisa tampil lebih bermanfaat bagi bangsa dan mengabdi dengan tulus untuk NKRI. Sehingga, dengan melepas PT Alfindo Mitra Baja kepada Yodi Sirajudin, adiknya, Aa Zaki pun fokus pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca Juga:  Rompi Kuning Sebagai Simbol Perlawanan Baru Rakyat Jelata Prancis

Berkat kegigihannya, Aa Zaki memperoleh penghargaan bergengsi berupa Upakarti dari Presiden RI pada tahun 1997. Waktu itu, penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden RI, Tri Sutrisno.

Tak berhenti sampai di situ, Aa Zaki terus membangun dan berkerja untuk terus berperan aktif dalam pengembangan industri nasional. Alhasil, dia mendapat Upakarti dalam kepeloporannya mengembangkan industri nasional dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan tahun 1997 dan pada tahun 2004, Aa Zaki juga mendapat penghargaan yang sama dari Gubernur Jawa Barat atas kepeloporannya dalam bidang UKM dan industri logam.

Kecintaan Aa Zaki pada UMKM membawanya terus bergerak melakukan pembinaan yang berkelanjutan pada masyarakat, tidak hanya di Jawa Barat tetapi juga di sejumlah daerah lainnya seperti Jawa Tengah, Sumatera hingga Kalimantan. Itu semua berkat kegigihannya. Ia bergerak tanpa henti untuk melakukan pembinaan UMKM dan selalu mengingatkan para anggota agar menjadi manusia yang dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Baca juga: Memahami Akar Tumbuh Kesejahteraan, Keadilan dan Kemakmuran Indonesia

Dengan kata lain, ia mengingatkan angota UMKM untuk menjadi manusia yang handal dan mampu melahirkan generasi yang lebih baik dalam melanjutkan estafet pembangunan negara tercinta, NKRI hingga tercapainya kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran sesuai cita-cita para pendiri bangsa (founding fathers).

Sebab, menurutnya, dengan membangun pondasi kuat masyarakat yang sehat, keberagaman dalam satu cita-cita luhur, kebhinekaan sebagai kekuatan maju bersama hingga tercapai kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran akan mampu menangkal serbuan radikalisme, isu-isu SARA dan bahkan kekhawatiran maraknya kasus narkoba yang menggerus generasi bangsa.

Itulah sekilat tentang Haji Ayep Zaki atau dikenal dengan Aa Zaki yang terus bergerak dengan niat pengabdian tulus kepada negeri tercinta, Indonesia. Dan berkontribusi dalam pencapaian cita-cita pendiri bangsa yakni Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur sesuai undang-undang dasar 1945 dan Pancasila.

Baca Juga:  Update Lima Besar Premier League Jelang Pekan Ke-24

Baca juga: Melalui Forum Komunikasi Doa Bangsa Aa Zaki Terus Bekerja

Bukan tanpa kendala Aa Zaki dalam membina UMKM yang selama ini digelutinya. Banyak permasalahan mendasar yang kerap muncul dalam pemberdayaan seperti ketersediaan modal, kompetensi para pengelola, integritas, legalitas unit usaha bahkan nilai yang menjamin kelangsungan UMKM. Karenanya, dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut, Aa Zaki selalu mengarahkan kepada para anggota UMKM untuk mengedepankan potensi resiko terkecil atau paling ringan. Karena permasalah-permasalahan tersebut adalah untuk menguji ketangguhan kita dalam memperjuangkan cita-cita bersama.

Berdasarkan berbagai pertimbangan dan situasi kondisi guna tercapainya cita-cita bersama UMKM, pada tahun 2015 lahirlah Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) dengan tujuan menjadi payung hukum bagi tercapainya dwi-program utama yakni pemberdayaan UMKM dan kegiatan pendidikan dalam keikutsertaan mencerdaskan kehidupan bangsa. FKDB adalah tempat bernaung bagi para anggota dalam bidang ekonomi, juga dalam bidang pendidikan, diharapkan terlahir generasi yang jujur, ikhlas dan amanah.

Hingga awal tahun 2017, Aa Zaki bersama Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa (YPPDB) dan Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) telah berhasil membina 650 keluarga dengan 3.501 jiwa yang tersebar di 32 provinsi. Dalam bidang pendidikan, tercatat 1797 siswa asuhan yang tersebar di berbagai wilayah NKRI melalui FKDB dan YPPDB. Aa Zaki berharap ini akan terus berkembang sehingga mampu berjalan beriringan bersama pemerintah menuju tercapainya masyarakat Indonesia sejahtera, adil dan makmur. (ed/red/nn)

Loading...

Terpopuler