Connect with us

Hankam

Mengenal Sistem Anti Drone Stryker Milik Angkatan Darat AS

Published

on

Stryker 1

Stryker  dengan sistem Counter-Unmanned Aerial Systems (C-UAS)

NUSANTARANEWS.CO – Mengenal sistem anti drone Stryker. Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) telah memilih Leonardo DRS sebagai Counter-Unmanned Aerial Systems (C-UAS) senilai US$ 16 juta. Initial Maneuver Short-Range Air Defense (IM-SHORAD) akan menjadi pelindung prajurit dari serangan drone musuh sekaligus menjadikan Stryker sebagai kendaraan tempur lapis baja dengan kemampuan multi misi, termauk perang elektronik: jammers and electronic attack.

Pengadaan sistem pertahanan ini menjadi kebutuhan mendesak untuk menghadapi serangan drone-drone berbiaya murah tapi efektif yang kini telah menjadi primadona di berbagai zona pertempuran di seluruh dunia. Bayangkan sekarang para kelompok teroris dan pemberontak di Irak, Suriah dan Yaman telah menggunakan quad-copters yang sangat murah dalam operasi tempurnya. Sementara harga satu rudal Stinger sekitar US$ 40.000. Jelas tidak masuk akal untuk menembak jatuh sebuah quad-copters seharga US$ 200 dengan rudal Stinger atau dengan rudal Patriot seharga US$ 3,4 juta.

Oleh karena itu, Leonardo DRS, akan mengintegrasikan teknologi modern ini bersama mitra industri lainnya, termasuk Platform Moog’s Reconfigurable Integrated-weapon Platform (RIwP): senjata terpadu yang dapat dikonfigurasi ulang. Menara Surveillance dan Peralatan Pengintai Medan Perang — atau SABER — dan sejumlah teknologi lainnya yang tercakup. Sebagian besar perangkat keras adalah sistem rak yang hanya perlu diintegrasikan.

Angkatan Darat AS sendiri berencana akan mengintegrasikan sistem C-UAS ke dalam dua MRAP All-Terrain Vehicle. Jika sistem bekerja sesuai rencana, maka akan dapat mendeteksi, mengidentifikasi, melacak dan mengalahkan ancaman udara tak berawak.

Meski belum pasti senjata apa yang akan digunakan untuk menetralisir UAS musuh. Namun, RIwP dapat menampung sejumlah senjata api dan sistem rudal standar AS, mulai dari senapan mesin M250 hingga Mk44 30mm canon hingga rudal anti-tank Hellfire. Sementara itu, SABER dapat menampung sejumlah kamera inframerah dan radar inframerah elektro-optik – untuk jenis sensor yang akan digunakan sebagai C-UAS masih belum ditentukan.

Baca Juga:  Peran Kaum Intelektual Dalam Dunia Politik
Loading...

Prototipe sistem IM-SHORAD baru akan diuji pada tahun 2019 ini. Sembilan sistem prototipe akan menginformasikan keputusan produksi mendatang dari 144 sistem IM-SHORAD pada tahun fiskal 2022, cukup untuk melengkapi hingga empat gugus tugas batalion Stryker.

Radar MHR, ketika terintegrasi pada platform Stryker A1, memenuhi persyaratan sensor di atas Angkatan Darat AS dan menyediakan pengawasan udara 360 derajat untuk mendeteksi dan melacak Sistem Udara Tak Berawak (UAS).

Setiap IM-SHORAD MEP mencakup empat radar MHR yang menyediakan pengawasan terus-menerus, yang terintegrasi dengan laser energi tinggi dalam aplikasi kontra-UAS.

Sedangkan Turret RIwP yang unik mendukung konfigurasi beberapa senjata sehingga memberikan fleksibilitas bagi komandan taktis untuk menggunakan IM-SHORAD. Senjata-senjata yang dipertimbangkan untuk IM-SHORAD MEP termasuk rudal Stinger VSHORAD dan Hellfire serta kanon 3030 M230 dan senapan mesin 7,62mm.

IAV (Interim Armored Vehicle) Stryker adalah kendaraan tempur lapis baja yang diproduksi oleh General Dynamics Land Systems Canada untuk Angkatan Darat AS dengan penggerak 4 roda (8 × 4) dan dapat beralih ke penggerak semua roda (8 × 8).

Nama Stryker sendiri diambil berdasarkan nama dua tentara AS yang tidak memiliki hubungan kekerabatan yang menerima Medal of Honor: Kelas Satu Privat Stuart S. Stryker, yang meninggal dalam Perang Dunia II, dan Spesialis Empat Robert F. Stryker, yang meninggal dalam Perang Vietnam.

Pentagon telah memberikan kontrak US$ 8 miliar pada akhir tahun 2000 untuk memproduksi 2.131 kendaraan varian LAV III Kanada ini untuk melengkapi enam Brigade Tempur. (Banyu)

Loading...

Terpopuler