Mengatasi Kecewa

Mengatasi Kecewa
Mengatasi Kecewa
Manusia adalah makhluk sosial yang butuh lingkungan, sahabat dan keluarga. Dalam pergaulanan terkadang ada hal-hal yang menyenangkan, menyedihkan bahkan mengecewakan. Tak ada kehidupan yang dapat diduga, kita hanya dapat merencanakan tetapi Allah yang menentukan segalanya.
Oleh: Chairul Bariah

 

Masa depan seseorang tak ada yang dapat menebak secara pasti, Ada yang dulunya miskin, hidup seadanya tetapi sekarang sudah jadi saudagar. Ada yang kaya, serba ada, memiliki beberapa orang pelayan bahkan pesawat pribadi, namun kini hanya tinggal kenangan, semua tak berbekas karena sudah dijual, ada juga yang dilelang karena terhimpit hutang.

Ada juga yang hidupnya pas-pasan cukup hidup dan cukup makan, namun selalu berjiwa besar. Tak ada masalah yang tak dapat kita atasi hanya perlu waktu dan kesabaran. Ketika permasalah muncul maka seseorang akan merasa kecewa dengan berbagai alasan.

Kecewa adalah ungkapan rasa yang timbul akibat ketidak sesuaian antara keinginan dan apa yang diperoleh, baik dalam bentuk barang atau perlakuan dan layanan. Banyak hal yang dapat terjadi dari perasaan kecewa ini. Merasa diri tiada daya, tiada berguna, sehingga menjadi frustasi, bahkan perasaan kecewa yang berlebihan seseorang ada yang mengakhiri hidupnya.

Apabila kita bertemu dengan sesorang yang sedang kecewa, jangan sesekali bertindak layaknya spiderman, super hero yang suka menolong. Namun perlu kita pelajari lebih dekat, apa penyebab atau latar belakang sesorang kecewa.

Ada beberapa penyebab kecewa yang sering dialami oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari dari sekian banyaknya permasalahan diantaranya yaitu:

1. Terlalu besarnya keinginan terhadap sesuatu;

Tak ada yang salah bila seseorang memiliki cita-cita selangit tetapi ada baiknya disesuaikan atau diukur dengan kemampuan yang dimiliki saat ini. Sebagaimana kata pepatah lebih besar pasak daripada tiang, hal ini dapat membahayakan diri sendiri bila tidak kuat menghadapi yang terjadi.

Baca Juga:  Dari Singapura, Bea Cukai Jatim I Gagalkan Penyelundupan 3 Kontainer Miras Ilegal
2. Ketidakpuasan terhadap sesuatu;

Manusia adalah makhluk yang selalu merasa tidak puas, bagaimanapun orang telah menilai dirinya serba ada, serba bisa tetapi masih merasa kurang dan tidak puas dengan apa yang telah dimiliki saat ini, hal yang melatar belakang adalah nafsu yang tidak mampu dikendalikan.

3. Berharap balasan;

Apapun kebaikan yang telah kita berikan kepada orang lain adalah sedekah, jangan pernah berharap akan dibalas oleh orang tersebut karena Allah-lah yang akan membalasnya melalui tangan orang lain. Iklaskan diri bila ingin menolong agar kekecewaan tidak kita rasakan dikemudian hari.

4. Lingkungan yang bermasalah;

Jika kita berada dalam lingkungan yang sering bermasalah namun berbagai upaya sudah kita lakukan tetapi perlakuan terhadap diri kita selalu mengecewakan, maka sebaiknya kita mengindari lingkungan sejenis ini. Untuk mengawali kehidupan yang baru maka sebaiknya pindah ke tempat yang lain. Jangan membuat kekecewaan terhadap lingungan sekitar kita menjadi bencana terhadap diri sendiri.

5. Tidak terbuka.

Berterus terang terhadap keluarga atau orang-orang terdekat kita terhadap apa yang kita inginkan, hal ini akan dapat menghilangkan rasa kecewa apabila mereka tidak memahami apa yang kita inginkan dari mereka. Hal yang paling diperlukan adalah komunikasi dua arah, antara kita dengan keluarga, antara suami dengan istri, anak dan orangtua sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dan dikecewakan.

Dari beberapa uraian diatas dapat diambil kesimpulan singkat bahwa untuk mengatasi rasa kecewa maka sebaiknya jangan pernah berharap dan harus siap mengikuti arus kehidupan bagai air yang mengalir. Semoga tulisan ini bermanfaat. []

Penulis: Chairul Bariah, Wakil Rektor II Universitas Islam Kebangsaan Indonesia, Dosen Fakutas Ekonomi Universitas Almuslim dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen. [email protected]

Baca Juga:  Babinsa Kodim 0101/BS, Menerima Materi Binhanpangan untuk Pemanfaatan Lahan Pekarangan