Connect with us

Ekonomi

Mengapa Harga Sejumlah Komoditas Perkebunan Kompak Turun?

Published

on

Petani Karet Memanen Hasil Kebunnya (Foto Istimewa)

Petani Karet Memanen Hasil Kebunnya (Foto Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Beberapa waktu terakhir banyak petani Indonesia mengeluh dengan rendahnya harga sejumlah hasil komoditas mereka yang kompak turun. Sejumlah komoditas perkebunan nasional itu antara lain karet, kakao (coklat), kopra (kelapa) dan sawit. Mengapa?

Harga Karet

Harga karet pada Agustus 2018 di Kabupaten Mukomuko Bengkulu anjlok hingga 38 persen. Dari harga sebelumnya Rp6.500 per kilogram menjadi Rp4.000/kg. Dikutip dari Tribun Sumsel, Arip (38) petani karet di Desa Jambu Rejo, Kecamatan Sumber Harta tidak mengetahui jelas apa yang menjadi pemicu turunnya harga jual getah karet saat ini.

“Kami bingung kenapa harga karet ini terus turun. Kalau pun naik namun tidak lama. Karena setelah itu kembali turun lagi,” kata Arip, Kamis (22/11/2018).

Hal sama disampaikan Jajang (38), ia mengatakan harga getah karet tidak sebanding dengan harga beras. Sebab, 2 kg getah karet baru bisa membeli satu kilogram beras. “Menyadap karet sendiri saja hasilnya tak seberapa, apalagi petani yang mengambil upah sadap karet orang lain, kami para petani karet semakin terjepit,” katanya.

Harga Kelapa Sawit

Selain harga karet yang turun, salah satu komoditas perkebunan nasional yang mengalami penurunan harga adalah kelapa sawit. Dimana harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) turun drastis. Sejak tujuh bulan terakhir, perusahaan yang membeli TBS kelapa sawit dari petani jauh di bawah standar yang ditetapkan Pemprov Kaltim, yakni Rp 720 per kilogram (kg)-nya. Padahal, TBS untuk sawit usia lebih dari 10 tahun sebesar Rp 1.322 per kg.

Keluhan tersebut disampaikan Seto Rachman, petani kelapa sawit di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku. Harga TBS yang dibanderol untuk perusahaan Rp 700–720 per kg. Jauh lebih rendah dari biaya produksi yang dikeluarkannya mencapai Rp 885 per kg.

Harga Kopra

Sementara itu untuk harga kopra (kelapa) juga mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Dimana harga kopra anjlok tajam hingga Rp 2.000-Rp 3.000 per-kg dari rata-rata antara Rp 7.000 – Rp 10.000 per-kg.

Hal ini memicu protes para petani dan mahasiswa di beberapa daerah seperti di Ternate (Maluku Utara), Manado (Sulawesi Utara) hingga Jakarta. Sejak pekan lalu para petani dan mahasiswa di Ternate melakukan aksi demonstrasi.

Harga Kakao

Begitupun dengan harga biji kakao (coklat) juga mengalami penurunan. Pada Juni 2018 lalu harga kakao yang semula Rp.33.000 per-kg, anjlok menjadi Rp.26.000 per-kg. Situasi ini membuat Nurna, petani kakao di Desa Sondana, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolsel mengeluh.

“Saat awal panen raya pada awal bulan Juni harganya masih Rp 33 ribu, tapi saat ini tinggal Rp 26 ribu per kilogramnya,” ujar Nurna, dikutip dari Tribun Bolsel, Kamis (28/6/2018).

Editor: Alya Karen

Advertisement
Advertisement

Terpopuler