Hukum

Mencermati Proses Kaderisasi Neo – PKI

NUSANTARANEWS.CO – Mencermati Proses Kaderisasi Neo – PKI. Ketua Penerus Perjuangan Perintis Kemerdekaan Indonesia (PPKI) Usman Sadikin mengungkapkan PKI masih terus melakukan proses kaderisasi di tengah-tengah kehidupan masyarakat Indonesia. Kendati kudeta PKI gagal pada tahun 1948, Usman menegaskan kaderisasi masih terus berlangsung.

Saat dihubungi di Jakarta, Rabu (10/5/2016), pria yang akrab dipanggil Anchu menerangkan panjang lebar bagaimana PKI melakukan proses kaderisasi.

Pertama, PKI selalu melakukan evaluasi gerkan kader-kadernya. Setelah evaluasi, kata dia mereka merencanakan yang lebih sempurna, terukur, sunyi, senyap, dan tak terdeteksi.

Kedua, PKI melakukan pengembangan pengaruh melalui cara-cara semi kultural.

“Kalau dulu mereka sempat masuk ke TNI lewat beberapa person di Angkatan Darat, sekarang paling banyak masuk Islam karena Islam tempat paling aman untuk bersembunyi,” jelas Anchu.

Ketiga, PKI menggunakan sistem sel dalam melakukan rekrutmen anggota. Setelah masuk sel, anggota baru ditetapkan sebagai agen.

“Sistem sel ini nggak terputus, nggak ada bosnya, nggak ada pemimpinnya dan susah dideteksi. Tidak sama dengan sistem organisasi pada umumnya yang kelihatan bosnya,” terangnya.

Baca Juga:  Melindungi Mafia Tambang, Polri Tlah Mewarisi Watak Pemburu Rente

Setelah itu berlangsung, Anchu menjelaskan lagi, agen-agen PKI saat dapat secara aktif memasuki berbagai lembaga-lembaga negara. Mereka menampilkan dirinya dalam satu evolusi gerakan kamuflase sebagaimana masyarakat Indonesia pada umumnya.

“Seluruh komponen bangsa wajib mewaspadai gerakan Neo-PKI ini yang terselubung,” cetusnya. (Ahmad)

Related Posts

1 of 2