Berita UtamaKolomMancanegaraOpiniTerbaru

Menanti Revolusi Palestina Abad 21

Menanti Revolusi Palestina Abad 21
Menanti Revolusi Palestina Abad 21/Foto: palestine Chronicle.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Brigade Martir al-Aqsa, sebuah koalisi kelompok perlawanan Palestina di Tepi Barat yang baru tumbuh mulai menghantui Israel di Tepi Barat. Dengan brutal, pasukan Israel berusaha mematahkan perlawanan yang sedang tumbuh itu dengan melakukan pembunuhan hampir setiap malam khususnya di kota Jenin dan Nablus. Bahkan kabar mutakhir, rezim Zionis tampaknya akan mengerahkan ribuan pasukannya untuk memadamkan gerakan yang baru tumbuh tersebut.

Pemuda Palestina yang tumbuh di bawah pendudukan dan penindasan militer Zionis Israel tampaknya kini mulai mengangkat senjata, memobilisasi diri melawan pasukan pendudukan. Bukan itu saja, para pemuda pejuang yang siap mati itu tersebut menginginkan adanya persatuan di antara faksi-faksi dalam politik Palestina.

Sehingga perlahan tapi pasti, Tepi Barat kini mulai mendidih dan membara, siap meledak kapan saja melawan pengepungan dan penindasan rezim Zionis. Orang-orang Palestina di Nablus dan Jenin di Tepi Barat tampaknya mulai frustasi terhadap para pemimpin mereka yang seakan menjadi perpanjangan kendali dan penindasan Israel.

Baca Juga:  Bupati Nunukan Panen Jagung Perdana di Lahan Kelompok Tani Setia Kawan

Ya, Tepi Barat kini menjadi “Sarang Singa” dengan kemunculan kelompok Lions Den di Nablus yang operasi perlawanannya kini mendapat dukungan penuh Brigade Jenin sejak 16 Oktober.

Di tengah situasi yang membara tersebut, kabar Persatuan Palestina yang disepakati di Aljazair yang ditengahi oleh Presiden Aljazair Abdulmajeed Tabboune tentu sangat menggembirakan, Dalam forum dialog 11-12 Oktober di Aljir, Hamas, Fattah, Front Populer untuk Pembebasan Palestina, PLO, dan lainnya akhirnya menandatangani kesepakatan bersama untuk mengakhiri perselisihan politik antar faksi selama hampir dua dekade tarakhir dan siap melaksanakan pemilihan baru Palestina.

Kabar persatuan Palestina menjelang KKT Arab tentu menjadi momen penting dan sekaligus menandai babak baru perjuangan kemerdekaan Palestina. Apalagi dalam dua perang terakhir, terutama serangan balasan Hamas dan Palestinian Islamic Jihad telah menunjukkan bahwa organisasi-organisasi perlawanan Palestina di Gaza dan Tepi Barat dapat memberikan pukulan yang mematikan bagi rezim Zionis.

Bila persatuan faksi-faksi perlawanan Palestina benar-benar kokoh dan solid – tentu akan menjadi mimpi buruk bagi rezim Zionis Israel. Betapapun, Israel belum pernah menghadapi kekuatan Palestina yang bersatu yang bersedia mati demi kebebasan dan kesempatan untuk menciptakan masa depan baru bagi Palestina yang berdaulat penuh. Apakah momentum ini akan menjadi Revolusi Palestina Abad 21? (Agus Setiawan)

Related Posts

1 of 12