Connect with us

Global

Menanti Kemampuan S-300 Suriah Melumpuhkan F-35 Israel

Published

on

F-35 Israel

F-35 Israel

NUSANTARANEWS.CO, Rusia – Pada 1 Oktober, tiga batalion sistem S-300PM, masing-masing dengan delapan peluncur dikirim ke Suriah,” kata seorang sumber militer Moskwa sebagaimana dilansir TASS pada Selasa (9/10/2018). Rusia menyediakan sistem pertahanan udara S-300PM ini kepada militer Suriah secara gratis. Menurut sumber tersebut, sistem pertahahan udara ini sebelumnya ditempatkan di salah satu resimen pasukan kedirgantaraan Rusia yang sekarang menggunakan sistem S-400 Triumf.

Sistem S-300 ini telah di upgrade di perusahaan pertahanan Rusia sehingga berada dalam kondisi baik dan siap tempur. Rusia mengirimkan sistem pertahanan ini berikut dengan 100 rudal surface-to-air berpandu untuk masing-masing batalion.

Pengiriman sistem pertahanan udara canggih ke Suriah tersebut dilakukan Moskwa setelah pesawat mata-matanya, IL-20 ditembak jatuh oleh S-200 Suriah saat merespons serangan empat jet tempur F-16 Israel di Latakia. Insiden pada 17 September itu menewaskan 15 tentara Moskow yang jadi awak pesawat IL-20.

Kementerian Pertahanan Rusia menyalahkan militer Israel atas insiden tersebut. Menurut kementerian itu, jet-jet F-16 Tel Aviv menggunakan pesawat IL-20 sebagai perisai.

Padahal AS dan Israel telah lama melobi Rusia agar tidak memberi Suriah S-300 – yang dianggap mampu menetralisir kemampuan tempur militer Israel. S-300, dianggap sebagai salah satu senjata pertahanan paling mutakhir di dunia. Senjata ini memiliki radius tembakan sejauh 250 kilometer, yang berarti mampu menjangkau sebagian besar wilayah Israel.

Dengan demikian, pemasangan sistem pertahanan udara S-300 Rusia telah mengimbangi kekuatan tempur Israel yang kerap melancarkan serangan ke dalam wilayah kedaulatan Suriah secara illegal. Para pejabat Israel mengklaim bahwa serangan IDF adalah untuk melindungi keamanan negara – meskipun selama ini tidak ada ancaman nyata dari Suriah, Iran atau negara lain.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkritik keputusan Rusia untuk memasok sistem pertahanan udara ke Suriah sebagai “tidak bertanggung jawab,” dan mengatakan bahwa Tel Aviv “akan terus melakukan apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan diri.”

Presiden Trump sendiri telah memerintahkan penambahan pesawat tempur siluman F-35 yang dipasok ke Israel sebagai reaksi terhadap pengiriman S-300 ke Suriah. Seperti diketahui, Netanyahu sendiri dilaporkan telah membeli 50 pesawat tempur F-35 seharga US$ 125 juta per pesawat. Sejauh ini, delapan F-35 telah dikirim ke Israel, sisanya dijadwalkan tiba pada 2021.

Memang belum diketahui apakah S-300 mampu mengunci F-35 Israel tersebut – jawabannya kita tunggu saja saat Israel kembali menyerang Suriah dengan menggunakan pesawat-pesawat siluman tersebut.

Pada hari Kamis lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Vershinin memperingatkan Israel agar tidak menyerang Suriah. Sebelumnya pada hari Rabu, Presiden Putin telah mengecam militer AS yang beroperasi di Suriah secara illegal dan melanggar prinsip-prinsip Piagam PBB.

Namun dengan keputusan Presiden Trump untuk menambah pasokan pesawat tempur F-35 bagi Israel – menunjukkan bahwa Washington bersikeras tetap ingin menumbangkan pemerintahan Presiden Assad. Tidak peduli dengan kemampuan pertahanan udara Suriah yang telah ditingkatkan. (Banyu)

 

Advertisement

Terpopuler