Connect with us

Mancanegara

Menangi Pemilu, Gotabaya Selamat Dari Tuntutan Hukum Federal AS

Published

on

Menangi Pemilu, Gotabaya Selamat Dari Tuntutan Hukum Federal AS

Menangi Pemilu, Gotabaya Selamat Dari Tuntutan Hukum Federal AS

NUSANTARANEWS.CO – Menangi pemilu, Gotabaya selamat dari tuntutan hukum federal AS. Komite pemilu Srilangka secara resmi mengumumkan bahwa Gotabaya Rajapaksa, adik mantan presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa (2005-2015) menang dengan perolehan suara 52,25 persen dan saingannya Premadasa dengan 41,99 persen suara.

Seperti sudah diramalkan sebelumnya bahwa dalam pemilihan presiden Srilangka kali ini keluarga Rajapaksa berpotensi besar meraih kemenangan meski memiliki citra buruk terkait rekam jejak korupsi dan tindak kekerasannya terhadap kelompok minoritas muslim Tamil.

Gotabaya sebelumnya pernah menjabat sebagai kepala pertahanan Srilangka di pemerintahan kakaknya Mahinda Rajapaksa. Selama satu dekade pemerintahan Mahinda, nepotisme merajalela yang dikendalikan oleh empat saudara laki-laki Rajapaksa dalam pemerintahan. Mahinda juga berhasil menciptakan “kediktatoran” dalam selimut di Srilangka.

Kemenangan ini jelas merupakan kabar menggembirakan bagi Beijing karena kebijakan luar negeri Srilangka di bawah Mahinda adalah pro-Cina. Para pengamat memastikan bahwa Gotabaya akan meneruskan kebijakan pro-Cina kakaknya. Di pihak lain, Kemenangan Gotabaya justru menggelisahkan India, Jepang dan negara-negara di kawasan Asia lainnya.

Betapa tidak bila pelabuhan Hambantota sebagai pelabuhan terbesar dan termodern yang dibangun di daratan pada abad 21 menjadi pangkalan militer Cina tepat berada di jantung Indo-Pasifik.

Gotabaya Rajapaksa dalam kampanyenya juga telah berjanji akan meningkatkan keamanan di Srilangka dan menindak tegas gerakan teroris yang melanda Srilangka pada bulan April lalu.

Gotabaya telah menggunakan peristiwa pemboman di Srilangka untuk mengobarkan nyala api nasionalisme Sinhala dengan mengatakan kepada para pendukungnya bahwa, jika terpilih, ia akan memperkuat layanan intelijen dan memperkenalkan kembali pengawasan warga, untuk menghancurkan ekstremisme Islam.

Baca Juga:  Apapun dan Dimanapun, Dahnil: Perjuangan Tidak Akan dan Tidak Boleh Berhenti

Seperti telah diberitakan, ketegangan-ketegangan itu meningkat tajam pada bulan April lalu, ketika terjadi serangkaian pemboman pada hari Minggu Paskah yang menewaskan 253 orang dan melukai ratusan lainnya.

Kemenangan Gotabaya sungguh menakutkan bagi kelompok-kelompok minoritas, media, dan pendukung kebebasan sipil di Srilangka. Tapi di sisi lain, keluarga Rajapaksa menjadi pahlawan bagi mayoritas penduduk Sinhala yang mayoritas beragama Budha.

Atmosfir nepotisme dan kediktatoran tampaknya akan kembali menyelimuti Srilangka. Gotabaya sendiri hanya bisa selamat dari dua tuntutan hukum pengadilan federal Amerika Serikat (AS) atas kejahatan perang yang diduga dilakukannya selama menjabat sebagai kepala pertahanan Sri Lanka bila terpilih menjadi Presiden. Gotabaya sempat berimigrasi ke Amerika Serikat pada tahun 1998 dan kembali ke Srilangka pada tahun 2005 untuk membantu kakaknya menjadi presiden.

Terlepas dari itu semua, Srilangka tampaknya akan kembali menjadi pusat dari strategi String of Pearls Cina yang mengepung India di sepanjang jalur pelayaran utama Samudra Hindia. Presiden Xi jinping sendiri menyebut Pelabuhan Hambantota sebagai mutiara yang sangat berharga dari proyek Belt Roadnya. (Agus Setiawan)

 

Loading...

Terpopuler