Connect with us

Terbaru

Menaker Sebut Jumlah Orang Miskin dan Pengangguran Menurun Empat Tahun Terakhir

Published

on

Menaker M Hanif Dhakiri bierdialog dengan Pekerja PT Muara Tunggal sebelum meninggalkan lokasi acara Tour Akbar Koperasi Karyawan. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Istimewa)

Menaker M Hanif Dhakiri bierdialog dengan Pekerja PT Muara Tunggal sebelum meninggalkan lokasi acara Tour Akbar Koperasi Karyawan. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menghadiri acara Tour Akbar Koperasi Karyawan PT Muara Tunggal Sukabumi yang diikuti 5000 orang di Taman Lumba-Lumba Ancol, Jakarta, Sabtu (9/3/2019).

Dalam sambutannya, Menaker Hanif menyampaikan, ini suatu perkembangan yang menarik bahwa di PT Muara Tunggal Koperasinya bisa tumbuh dengan baik. Pemerintah Pusat saat ini, kata dia, terus mendorong agar koperasi benar-benar bisa menjadi soko guru perekonomian bagi para pekerja.

Baca Juga:

Saat ini, kata Menaker, sudah ada Koperasi Pekerja Buruh Indonesia (KOPBI) yang didirikan oleh federasi serikat pekerja/serikat buruh. “Ke depan kita akan dorong agar koperasi ini bisa berkembang di kalangan pekerja sehingga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa, Pemerintah terus bekerja keras mengatasi persoalan-persoalan di Republik ini. Setiap pemerintahan dan rezim masalahnya selalu sama, yaitu pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan sosial.

“Tapi Alhamdulilah empat tahun terakhir ini datanya menunjukkan jumlah orang miskin menurun, pengangguran menurun, dan ketimpangan sosial menurun,” tuturnya.

“Biasanya angka kemiskinan belasan persen. Sekarang ini 9,8 persen. Suka atau enggak ini merupakan angka kemiskinan paling rendah sepanjang perjalanan Republik Indonesia. Jadi ini suatu capaian yang pantas kita syukuri,” imbuh Menaker.

Pengangguran, kata dia, juga menurun dari 6,1 persen menjadi 5,3 persen. Meski demikian masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk bisa terus menekan angka pengangguran ini agar benar-benar bisa lebih rendah.

Bagi dia, untuk mengatasi pengangguran pemerintah ingin mendorong peningkatan skill melalui kebijakan triple skilling, yaitu skilling, up-skilling, dan re-skilling. Skilling itu, jelasnya, membuat orang yang tidak punya skill menjadi punya skill melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja.

“Up-skilling itu membuat orang yang sudah memiliki skill, dilatih untuk meningkatkan skillnya. Kenapa skillnya perlu ditingkatkan? Agar Karier bisa meningkat,” terangnya.

Sedangkan re-skilling itu, lanjut Hanif, program untuk pelatihan bagi mereka yang ingin berganti profesi. “Misal, sebelumnya bekerja di pertambangan lalu ingin pindah di sektor otomotif. Ini tentu membutuhkan keterampilan baru. Nah kita fasilitasi pelatihannya,” katanya.

Lebih lanjut Menaker menyampaikan, Presiden Joko Widodo akan meluncurkan kartu pra-kerja. Kartu ini, kata dia, menjadi jembatan untuk calon pencari kerja, para pekerja, dan korban PHK untuk mendapatkan skill baru.

“Sekali lagi saya tekankan skill sangat penting karena ini yang menjadi alat tukar di dalam pasar kerja. Jadi kalau masuk ke pasar kerja harus punya skill. Skillnya juga harus bisa berkembang dan berubah pada saat kebutuhan pasar kerja berubah,” tandasnya.

Simak:

Sekadar diketahui, sebelum meninggalkan lokasi acara Tour Akbar Koperasi Karyawan Menaker menyempatkan diri berdialog dengan pekerja PT Muara Tunggal. Berikut ini Percakapan Menaker dengan pekerja PT Muara Tunggal:

Editor: Achmad S.

Terpopuler