Khazanah

Menag Sarankan Sukmawati Minta Maaf dan Umat Memaafkannya

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Puisi “Ibu Indonesia” karya Sukmawati terus melahirkan puisi-puisi tanggapan bernada pertentangan. Terlepas sebagaian besar puisi tanggapan tersebut ditulis oleh seorang penyair atau awam di bidang kesusastraan. Selain melahirkan puisi-puisi sanggahan, atas puisi yang membandingkan simbol-simbol agama dengan budaya, Sukmawati bahkan telah dilaporkan ke pihak kepolisian oleh beberapa Ormas Islam.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memandang sebaiknya untuk menilai puisi yang dibacakan oleh Sukmawati itu diserahkan kepada ahlinya, yakni sastrawan, penyair, atau krikitus sastra. Menag sendiri pun mengaku bukan ahli di bidang puisi, karenanya ia tidak bisa memberikan penilaian terhadap isi puisi Sukmawati.

Baca:
Sukmawati Mengadu-domba Anak Bangsa
Sukmawati Dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri
Puisi Sukmawati Singgung Syariat Islam, PP Pemuda Muhammadiyah: Naif!

“Silahkan para ahli yang menilai. Itu puisi, bentuk ekspresi seseorang, mengungkapkan apa yang dia rasakan dan pikirkan dalam bentuk tulisan. Seilahkan ahli menilai, apakah ekspresi itu bermasalah atau tidak,” terang Menag kepada media di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Baca Juga:  Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Pamekasan: Harus Memanusiakan Manusia

Kendati demikian, Menag mengamini bahwa setiap orang bisa berbeda pandangan dalam memberikan penilaian dan itu sebaiknya didialogkan.

Untk itu, ia mengajak semua pihak untuk saling memaafkan dan tidak terus terjebak dalam kontroversi puisi Sukmawati. Sebaliknya, guna meredam kontroversi yang ada, Menag berharap Sukmawati berkenan menyampaikan permohonan maaf.

Baca juga:
Puisi Karangan Sukmawati Sudutkan Ajaran Islam
Puisi Sukmawati Bikin Umat Islam Tersinggung, Mardani Ali Sera: Puisi Mba Sukma Otokritik
Tangkal Gejolak Sosial, PWNU Jatim Desak Polisi Memproses Sukmawati Secara Hukum

“Bagi saya akan lebih baik kalau Ibu Sukma dengan jiwa besar menyampaikan permohonan maaf kepada mereka yang merasa tidak nyaman. Saya yakin beliau tidak ada niat mengusik kenyamanan umat Islam. Saya mengenal beliau dan saya meyakini beliau tidak membenci umat Islam,” kata Menag.

Menag berharap masyarakat juga bisa memaafkan karena tidak semua persoalan terkait beda pandangan harus selalu dibawa ke proses hukum. “Kita ini bangsa yang penuh kekeluargaan dan saling menghargai,” tandasnya.

Baca Juga:  Darud Donya: "Aceh Berduka, Nisan Ulama Lamuri dan Kesultanan Aceh Darussalam Tertimbun Proyek Perumahan"

Simak:
Soal Subtansi Puisi Sukmawati, Fahira Idris: Ujian Bagi Keindonesiaan Kita
Langgar Pasal 156a KUHP, Polisi Didesak Segera Tangkap Sukmawati

Berikut ini puisi lengkap Sukmawati:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat 
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

Pewarta : M. Yahya Suprabana
Editor: Achmad S.

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 798