Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Foto IST
Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Foto IST

NUSANTARANEWS.CO – Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Texas Medical Branch mengklaim bahwa anak-anak yang sering mendapatkan hukuman berupa pukulan cenderung menjadi lebih kasar terhadap pasangannya saat dewasa.

Dilansir dari Daily Mail, studi tersebut telah mengambil keterangan dari sebanya 800 orang dewasa dan melihat apakah mereka yang pernah dipukul saat kecilo menghasilkan kecenderungan yang lebih agresif saat dewasa. Hasilnya adalah memukul seorang anak mungkin akan menyebabkan perilaku lebih agresif dan kebanyakan orang dewasa yang melakukan kekerasan dalam hubungan, ternyata mereka mengaku pernah mendapatkan pukulan saat masih kecil.

Berdasarkan data yang diterima penelitian tersebut dapat dikatakan hampir satu dari lima (19%) responden mengaku melakukan kekerasan terhadap kekasih mereka. 68% ditemukan mengaku telah mengalami hukuman fisik saat masih kecil.

Jeff Temple yang merupakan profesor psikiatri di universitas tersebut sekaligus pemimpin penelitian mengatakan bahwa, mereka harus menentukan apa yang mereka anggap hukuman dan mana yang cenderung disalahgunakan.

Dalam wawancaranya dengan CNN menjelaskan, “Kami mengidentifikasikan (pelecehan anak) karena dipukul dengan sabuk atau papan.”

Ia mengatakan bahwa pengalaman hukuman fisik saat masih kanak menjadikan seseorang lebih mungkin melakukan kekerasan terhadap pasangan. Sayangnya menurut studi tersebut bukan hanya anak yang dikemudian hari menjadi seorang pemukul. Memukul pantat pada orang dewasa ternyata juga dapat meningkatkan perilaku kekerasan pada orang lain.

Orang menjadi kasar saat dirinya beranjak dewasa adalah benar-benar bukan terkait dengan jenis kelamin, usia, pendidikan orang tua, entitas dan penyalahgunaan masa kecil.

Diberbagai negara kekrasan terhadap anak adalah hal yang dilarang dan dimasukkan dalam pasal penganiayaan. Perlu diketahui di Amerika Serikat memukul anak adalah tidakan yang sah selagi masih dalam batasan-batasan yang masuk akal.

Penulis: Riskiana
Editor: Romandhon

Komentar