Connect with us

Hukum

Memilih Anggota Hakim Harus Taat Beribadah

Published

on

Dirjen Badilum Mahkamah Agung, Dr. Herri Swantoro SH. MH (Foto Dok. Nusantaranews)

Dirjen Badilum Mahkamah Agung, Dr. Herri Swantoro SH. MH (Foto Dok. Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Kudus – Untuk mencapai keadilan dalam persidangan, dibutuhkan seorang hakim yang memiliki integritas. Dengan integritas itulah, maka keadilan menjadi sesuatu yang tidak mustahil untuk dicapai. Untuk itu Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung (MA), Dr. Herri Swantoro SH. MH., mengatakan saat memilih anggota hakim dirinya memilih yang taat beribadah.

“Keadilan bisa dicapai dengan hati nurani,’’ kata Herri Swantoro dalam paparannya pada kuliah umum yang diselenggarakan oleh Program Magister Hukum Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa (8/5/2018).

Hakim di Indonesia lanjut dia, harus memiliki kemandirian dalam memutus perkara. Ia menceritakan, dalam proses persidangan di mana dirinya menjadi ketua majelis hakim, memilih anggota hakim yang baik.

Baca Juga:
Oligarki Kekuasaan Politik Dinilai Tengah Mengancam Penegakan Hukum
Penyelidikan Kasus Laiskodat Dihentikan, Aktivis 98: Preseden Buruk Penegakan Hukum
Penegakan Hukum di Indonesia Dinilai Tidak Akan Pernah Efektif

“Saya antara lain dalam persidangan memilih anggota hakim yang taat beribadah. Hakim yang taat beribadah, moralnya pasti baik, sehingga dalam memutus perkara persidangan semata-mata menegakkan hukum,’’ paparnya.

Herri mengemukakan, benar bahwa keadilan hakiki adalah milik Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. ‘’Namun hakim harus melakukan yang terbaik untuk menegakkan hukum,’’ paparnya.

Di sela-sela paparannya, Dirjen Badilum kelahiran Kudus ini pun memotivasi lebih dari 100 mahasiswa UMK baik dari Program Sarjana (S1) maupun Magister (S2) yang hadir, agar menjadi intelektual yang mumpuni dan bermanfaat ilmunya bagi masyarakat.

Sedang Rektor UMK, Dr. Suparnyo SH. MS. sebelum menutup kuliah umum juga mengharapkan hal senada. ‘’Tingkatkan kemampuan dan keilmuan. Memang sekarang bisa mencari materi apa saja di google, tetapi itu harus ditopang dengan referensi-referensi lain, termasuk jurnal-jurnal ilmiah terkini,’’ katanya. (*)

Baca Juga:  Perbandingan Populasi Sapi Potong di Jabar dan Jatim

Pewarta: Gendon Wibisono

Loading...

Terpopuler