Connect with us

Resensi

Membangun Semangat Penuh Kecintaan dan Kebahagiaan

Published

on

Love and Happiness - Buku inspiratif Membangun Semangat Hidup. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO)

Love and Happiness – Buku inspiratif Membangun Semangat Hidup. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO)

Judul : Love and Happiness
Penulis : Yasmin Mogahed
Penerjemah : Esti Ayu Budihabsari
Penerbit : Mizan, Bandung
Cetakan : I, Agustus 2018
Tebal : iv + 146 Halaman
ISBN : 978-602-441-077-3
Peresensi : M Ivan Aulia Rokhman*

NUSANTARANEWS.CO – Sering kali anda mengalami masalah pada kehidupan berkeluarga. Seperti halnya mengenai kasih sayang pun lumpuh akibat kurang mendidik dengan baik. Sebenarnya setiap hari dibiasakan untuk membangun semangat pada pagi hari. Semisal ada anak hendak kesekolah tapi diantar oleh orang tua. Sedangkan orang tua dan kakaknya hendak bekerja untuk menafkahi keluarga. Beban keluarga butuh menyempurnakan kecintaan dan kebahagiaan agar bisa menyembuhkan jiwa yang melekat pada Allah SWT.

Buku ini berisi tentang renungan cinta dan bahagia di dalam suatu kehidupan menurut ajaran Islam. Penulis memaparkan motivasi yang menyegarkan hati dari jeratan yang masalah dialaminya. Tujuan dari buku ini menjadi panduan batin bagi anda yang akan menyejukkan iman dan taqwa demi menumbuhkan rasa kenikmatan yang dipetik hikmahnya. Buku ini sangat cocok bagi anda yang menyempurnakan kebaikan dari segala masalah yang melanda anda. Isi dari lembaran buku sangat beragam berupa Nasehat yang dapat mencerahkan bagi pembaca.

Saat seseorang anak belajar berjalan, jatuh adalah bagian dari proses. Tapi, kita ingin belajar berjalan tanpa harus mengalami kejatuhan. Jatuh sama pentingnya dengan bangkit. Kesalahan Adam a.s adalah sebuah pelajaran, bukan kelalaian Allah. Allah mengaruniakan kekuatan sekaligus kelemahan. Bukan karena kelalaian, bukan karena ada kesalahan dalam rancangan. Allah memberi tujuan dalam perkembangan hidup kita, demi meraih kesuksesan hidup nan paripurna (hal 29).

Ketika belajar tapi mengalami kegagalan itu bagian dari proses. Allah mampu berusaha untuk menjadi lebih baik. Berikan tujuan terbaik dalam perkembangan hidup anda. Apa yang disampaikan oleh nabi Adam a.s adalah sebuah pembelajaran. Jangan ambil bahagia dulu setelah mencicipi kepuasan melainkan tetap terus menerus menekuni kehidupannya agar dapat manfaat.

Baca Juga:  Kokam Pemuda Muhammadiyah: Substansi Pesan Amien Rais adalah Amar Ma'ruf Nahi Mungkar
Loading...

Dalam kesia-siaan pencarian kita akan kesempurnaan manusia, kita justru kehilangan tujuan utama : kesempurnaan Allah. Jika kau bertanya-tanya bagaimana kau akan bisa melalui patah hati ini, cobalah berpikir kembali. Ingatlah semua yang telah kau alami di masa lalu. Dan, bagaimana setiap kali kau merasa nyari tak kuat menjalaninya. Tapi, kau berhasil melaluinya. Dan, lihatlah dirimu sekarang. Percayalah, ini juga akan berlalu (hal 33).

Kembali lagi ke awal bahwa manusia sebenarnya dilahirkan dari kebenaran tanpa menimbulkan kebohongan. Yang perlu digarisbawahi bahwa kesempurnaan akan terjalin tapi belakangan kurang sesuai dengan efisiensi hadir ditengah waktu kosong. Apapun terjadi mulai dari kesadaran diri sendiri yang akan memudahkan aktivitas diri. Tidak gampang mencari kebenaran bagi anda. Minimal butuh keberanian, kesuburan seorang diri mampu menerangkan citra demi menyatukan hati sejuk.

Cara terbaik untuk melepaskan rasa sakit hati adalah dengan berhenti melihat makhluk, dan berfokus pada sang Pencipta. Apa pun yang terjadi padamu memang sudah disuratkan. Apa pun yang tidak terjadi. Dan semua yang lebih dekat datang atau tidak datang bisa membuatnya baik bagimu. Itulah kekuatan iman (hal 69).

Langkah melepaskan hati butuh meminta maaf kepada kekasih maupun orang lain dengan sekadar pujian yang memuat kebaikan. Jangan terluap emosi lagi. Karena meminta maaf menjembatani hati yang diluruskan. Betapa nikmatnya meminta maaf sebagai pembersih hati dari elutan masalah. Oleh karena itu jangan sampai terulang masalah itu lagi.

Kita memaafkan bukan untuk membebaskan orang lain. Kita memaafkan untuk membebaskan diri sendiri ( hal 80). Ada kesalahan yang menimpa diri sendiri. misalnya jika merasa salah karena perbuatan maupun menjengkelkan pada orang lain patut meminta maaf untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama. Ada masalah kecil maupun besar. Hanya saja jika mengalami kasus kriminal hampir terjerat dirinya akan menghadapi hukuman di penjara. Jadi memaafkan sebagai wadah diri untuk membebaskan anda dari jeratan masalah. Oleh karena itu jangan berbuat seenaknya.

Baca Juga:  Pancasila Adalah Gagasan Dasar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Setiap momen memiliki semestanya sendiri. setiap momen membawa kelahiran baru,kesempatan baru untuk hidup, berubah, memperbarui, Setiap momen adalah kesempatan untuk memperbaiki diri.

Dan, dengan setiap momen, ada pula kematian. biar masa lalu mati. Jika kemarin kau berbuat salah, semesta kemarin sudah mati dan berlalu. Saat ini adalah realitas barumu. Tangkaplah, sebelum sebelum ia mati dan berlalu (hal 82). Setiap momentum pasti menikmati waktu sebanyak mungkin. Mungkin mengisi dengan ibadah maupun menuntut ilmu. Sehari tak pernah henti. Realita baru akan selalu terjadi bila peristiwa kelam menelan korban jiwa. Makanya mumpung momentum di usia muda memperbanyak passion anda demi membahagiakan diri sendiri dan orang lain. Dunia ini hanya sebentar saja tetapi akhirat akan menghabiskan waktu tak terhingga. Allah akan memudahkan jalan lurus kepada orang yang beriman dan bertaqwa. Jadi hidup itu harus dijalani tanpa mengeluh.

Inti dari buku ini adalah sebagai manusia hendak memperbanyak doa untuk membersihkan dosa yang menimpa anda. Jadi laksanakan ibadah dan ketabahan akan menjadi benteng anda di akhirat kelak. Semoga bermanfaat.

*M Ivan Aulia Rokhman, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Dr Soetomo Surabaya. Lahir di Jember, 21 April 1996. Lelaki berkebutuhan khusus ini meraih anugerah “Resensi / Kritik Karya Terpuji” pada Pena Awards FLP Sedunia. Saat ini aktif di Devisi Kaderisasi FLP Surabaya, UKM Pramuka, dan UKKI Unitomo Surabaya.

Loading...

Terpopuler