Connect with us

Mancanegara

Melihat Satu Dekade Investasi Cina di Afrika

Published

on

Melihat Satu Dekade Investasi Cina di Afrika copy

Ilustrasi Satu Dekade Investasi Cina di Afrika

NUSANTARANEWS.CO – Melihat satu dekade investasi Cina di Afrika, kini telah memberikan hasil nyata dengan ribuan kilometer rel kereta api baru dan puluhan pelabuhan, bandara dan pembangkit listrik. Bahkan menurut beberapa peneliti, Afrika dapat muncul menjadi kekuatan global baru.

Beijing telah berbagi pengalaman dan praktik terbaiknya dengan benua Afrika, setelah mengubah negaranya sendiri menjadi bengkel produksi selama beberapa dekade terakhir.

Cina telah menjadi mitra dagang utama negara-negara Afrika sejak 2009. Sementara pada tahun 2000, total omzet antara Cina dan negara-negara Afrika berjumlah hanya US$ 10 miliar, angka tersebut meroket menjadi US$ 220 miliar pada 2014.

Pada 2017 Cina telah menjadi penyedia pinjaman ke negara-negara Afrika dengan jumlah melebihi US$ 100 miliar. Mitra utama Beijing Mesir, Nigeria, Aljazair, Afrika Selatan, Ethiopia, DRC, Zambia, Angola, Maroko, Niger, Kamerun, Chad, dan beberapa negara lainnya.

Pembangunan Afrika dilakukan oleh Dana Pengembangan Cina-Afrika yang lebih dikenal sebagai Dana CAD – dibuat dan didanai oleh Bank Pembangunan Cina yang mulai beroperasi pada tahun 2007.

Tidak seperti lembaga bantuan lain – Dana CAD melakukan investasi langsung pendanaan bersama proyek-proyek di benua Afrika. Dana CAD menyediakan sepertiga dari dana yang dibutuhkan untuk sebuah proyek, dan bertindak sebagai investor pasif.

Selama 10 tahun terakhir, lembaga ini telah menginvestasikan sekitar US$ 3,2 miliar dalam 91 proyek di 36 negara Afrika.

Menurut data 2017, negara-negara Afrika setiap tahun memproduksi 11.000 truk, 300.000 AC, 540.000 lemari es, 390.000 set TV dan 1,6 juta ton semen dalam kerangka inisiatif Dana CAD.

Selama satu dekade terakhir, Cina tercatat telah terlibat dalam pembangunan lebih dari 100 zona industri, 40 persen di antaranya telah beroperasi. Termasuk 5.756 km rel kereta api, 4,335 km jalan raya, sembilan pelabuhan, 14 bandara, 34 pembangkit listrik, serta 10 pembangkit listrik tenaga air besar dan sekitar 1.000 pembangkit listrik tenaga air kecil dibangun di Afrika pada sampai akhir 2016.

Proyek kereta api Cina di Afrika sebagian besar dianggap sebagai pengubah permainan yang dapat mendorong meningkatkan integrasi politik di wilayah tersebut.

Sementara angka-angka yang terkait dengan bantuan pembangunan Cina untuk Afrika yang dirilis oleh Beijing tampaknya relatif rendah, sebuah lembaga penelitian AS, Pusat Pengembangan Global, mengungkapkan bahwa pada tahun 2000-2016, bantuan Beijing sebenarnya jauh lebih tinggi dari apa yang dinyatakan secara resmi. Sebenarnya, hampir mencapai tingkat AS – yakni US$ 75 miliar.

Menyusul melemahnya strategi kolonial yang dipimpin Barat, Cina rupanya telah menemukan cara baru dalam berurusan dengan benua Afrika yang sangat prospektif di masa depan.***

Loading...

Terpopuler