Connect with us

Hukum

Melalui Partoli Peduli, Polres Nunukan Hadir Sebagai Penolong Sesama

Published

on

partoli peduli, polres nunukan, nunukan, penolong sesama, nusantaranews

Imigran yang mengidap Kanker Payudara di RSUD Nunukan, Kamis (21/2/2019). (Foto: Eddy Santri/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Melalui Partoli Peduli, Polres Nunukan hadir sebagai penolong sesama. Sebagai salah satu lembaga yang lahir untuk masyarakat, Polri tak hanya menjadi penegak hukum, pangayom dan pelindung untuk masyarakat. Namun Polri juga harus mampu mencintakan rasa nyaman melalui laku asuh dan rasa damai melalui sikap kasih agar kedekatan emosional antara Polri dengan masyarakat benar-benar terwujud.

Menyadari hal tersebut, Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro terjun langsung bersentuhan dengan masyarakat yang tengah tertimpa musibah melalui program Patroli Peduli. Melalui progran tersebut, Teguh berharap akan semakin tumbuh kepedulian sosial terutama di kalangan anggota Polri dan juga diharap akan mengedukasi masyarakat dalam bersolidaritas meringankan beban sesama.

Seperti pada Patroli Peduli kali ini, Rabu (20/2) sekitar pukul 10.00 Wita, didampingi Kapolsek KSKP AKP I Eka Berlin dan Kanit patroli kawasan Pelabuhan Tunontaka Ipda Eko Asiadi, Kapolres Nunukan membesuk salah satu mantan Pekerja Migran Ilegal yang mengidap Kanker Payudara di Ruang Cempaka, RSUD Nunukan.

Wanita asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan bernama Fitriani tersebut, karena tak ada famili di Nunukan, terpaksa tinggal di Rusunawa. Sementara kedua anaknya yakni Kasman dan Lisnawati dititipkan di Panti Asuhan Ruhama mengingat suami Fitriani saat ini masih bekerja di Tawau, Malaysia.

“Selama di Nunukan ibu Fitriani Tinggal dirusunawa, dikarenakan tidak memiliki keluarga atau Family di Kabupaten Nunukan. Sedangkan anak laki–lakinya atas nama Kasman dan anak perempuan Lisnawati saat ini sedang dititipkan di Panti Asuhan Ruhama Sei Sembilan agar bisa sekolah dan belajar mengaji,” ujar Teguh.

Tak hanya memberi santunan dan motivasi, Kapolres Nunukan juga akan secepatnya berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait terutama BP3TKI untuk mengupayakan kepulangan suami Fitriani dari Tawau ke Nunukan.

“Dalam waktu dekat kita akan lakukan Koordinasi dengan pihak terkait untuk pemulangan Sopyan dari negara tetangga, apalagi istrinya dalam kondisi sakit seperti ini, semoga proses pemulangannya nanti bisa diberikan kelancaran,” katanya.

Mayarakat Nunukan sendiri sangat mengapresiasi program Patroli Peduli yang dilakukan Kapolres Nunukan beserta jajaranya tersebut. Sebagian besar masyarakat mengungkapkan bahwa apa yang telah dilakukan Kapolres Nunukan tersebut adalah hal yang langka. Karena seorang Kapolres bersedia turun langsung menyambangi dan menyantuni masyarakat yang sedang kesusahan adalah mata pelajaran hidup untuk semua komponen terutama generasi muda.

Sebagaimana yang diungkapkan Andi Mutamir, salah seorang tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Kabupaten Nunukan yang mengatakan bahwa program Patroli Peduli Polres Nunukan ini merupakan sebuah pemupus anggapan bahwa aparat indentik dengan hal yang berbau ‘kekerasan’.

“Apa yang dilakukan Kapolres Nunukan ini menurut saya adalah hal yang wajib untuk diapresiasi. Karena hal tersebut disamping edukasi solidaritas sosial yang luar biasa juga sebagai sarana meredam kejahatan. Karena ketika harmonisme hubungan antar aparat dan masyarakat tercipta, maka orang akan segan menabrak rambu-rambu hukum,” ujar Andi.

Sehingga Andi berharap ‘blusukan’ dalam membaur langsung dengan masyarakat seperti yang dilakukan Kapolres Nunukan tersebut hendaknya dicontoh oleh semua kalangan. Andi juga berharap, Kapolres Nunukan dimasa yang akan datang dapat meneruskan Patroli Peduli sebgaimana yang AKBP Teguh lakukan. Bahkan secara pribadi Andi melihat sikap Kapolres Nunukan ini mirip seperti Umar Bin Khotob.

“Walaupun tidak mungkin sama, tapi yang AKBP Teguh ini mengingatkan saya kembali pada sejarah Khalifah Umar bin Khotob. Tegas dalam memimpin, tak pernah takut selama dijalan yang benar dan bersikap lembut pada rakyat yang tengah dalam kesusahan,” kata politisi PPP tersebut.

Pewarta: Eddy Santri
Editor: Eriec Dieda

Terpopuler