Connect with us

Ekonomi

Meikarta, Reklamasi dan Kereta Api Cepat, APKLI: Caplok Kedaulatan NKRI

Published

on

Konferensi Pers, dalam Diskusi bertema "Gerakan Tolak Meikarta". Foto: Dok. Istimewa

NusantaraNews.co, Jakarta – Pemimpin Besar Revolusi Kaki Lima Indonesia, dr. Ali Mahsun menegaskan, jika revolusi kaki lima Indonesia gagal dan negara tidak hadir, jangan salahkan rakyat jika terjadi revolusi Indonesia. Sebab, hal tersebut adalah hukum alam.

“Jokowi sebagai Presiden, Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI dan Tito sebagai Kapolri tidak akan mampu mencegah revolusi Insonesia,” tegas dr. Ali dalam diskusi bertajuk “Gerakan Tolak Meikarta”di Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur, Rabu (20/9/2017.

dr. Ali menyampaikan, soal Reklamasi Teluk Jakarta, Kereta Api Cepat dan Meikarta City menunjukkan bahwa, hari ini Indonesia dipaksa menjadi negara barbar. Negara yang tidak punya aturan dan tidak memiliki konstitusi. “Dan semua itu kasat mata ada di reklamasi teluk Jakarta, Kereta api cepat, meikarta city,” imbuhnya.

“Meikarta bukan sekedar soal perijinan atau amdal atau 2% Kavling untuk umkm sebagaimana SK Menteri Perindustrian RI 5/2014. Lebih daripada itu, Meikarta City lebih kasatmata dibandingkan reklamasi teluk Jakarta, sebuah realitas bahwa kedaulatan kita dan merah putih kita dirobek-robek oleh kongsi multinasional kapitalis bangsa asing,” tambah Ali.

Menurut Ali, hari ini pihaknya sepakat merebut kembali kedaulatan Indonesaia. Oleh karena itu wajib turun gunung dampingi rakyat dan bangsa Indonesia untuk mendapatkan hak-hak konstitusionalnya yang dijamin Pembukaan UUD 1945.

“Kalau hal tersebut kita lakukan bersama maka Indonesia akan berdaulat dan bermartabat kembali,” tegasnya.

“Lantas apa yang harus kita lakukan? Yang terpenting hari ini adalah seluruh kekuatan bersatu, jangan mudah jadi pelacur atau pecundang. APKLI juga di tawari 2% kavling untuk lapak PKL. Hal tersebut kami tolak karena menyangkut merah putih dan kedaulatan bangsa dan negara RI,” tegas Ali lagi.

Baca Juga:  Kota Raksasa "Meikarta" dan Budaya Politik Otonomi Daerah Semi Federalis

Selain itu, ia menyampaikan bahwa, pihaknya selalu menyampaikan diberbagai kesempatan agar Indonesia tidak bubar. Global setting membubaroan Indonesia bukan dengan serangan militer atau himpitan kesulitan ekonomi Indonesia. “Melainkan Indonesia akan dibubarkan dengan isu agama dan etnis. Pungkas Dokter Ali Lelaki berkumis eksentrik jebolan FK Unibraw dan FK UI,” hemar Ali.

Hadir pula pembicara lainnya sepert: Ketua Umum DPP APKLI 2017-2022 M. Biomed, Muslim Arbi (GALAK), Hendrajit (Pengamat Sosial), Marsekal (Purn) Achmanu Arifin, Lukmanul Hakim (Advokat Rakyat) dan dr. ZULKIFLI (Moderator).

Pewarta/Editor: Ach. Sulaiman

Loading...

Terpopuler