Connect with us

Budaya / Seni

Megengan Tradisi Kirim Doa Menyambut Lebaran

Published

on

Ilustrasi Megengan Tradisi Kirim Doa Menyambut Lebaran. (Foto by Budayajawa.id)
Ilustrasi Megengan Tradisi Kirim Doa Menyambut Lebaran. (Foto by Budayajawa.id)

Ilustrasi Megengan Tradisi Kirim Doa Menyambut Lebaran. (Foto by Budayajawa.id)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Dalam menyambut lebaran Idul Fitri, masyarakat Indonesia memiliki banyak cara. Salah satunya adalah menggelar tradisi megengan.

Tradisi ini digelar masyarakat Jawa biasanya untuk medium berkirim doa kepada leluhur yang telah berpulang ke rahmatullah. Seperti biasa, tradisi megengan menjadi tradisi khas atau ritus tahunan yang selalu dijalankan oleh sebagian umat Islam di Jawa.

Baca Juga:
Tatacara dan Filosofi Makan Saprahan Masyarakat Sambat Sambut Ramadan
Ragam Tradisi Masyarakat Kalimatan, Madura, dan Lombok Jelang Puasa
9 Tradisi Menyambut Bulan Ramadan di Pulau Sumatera

Secara istilah megengan dapat diartikan ngirim dungo marang tiyang pejah (mengirim doa kepada orang yang meninggal). Tradisi ini juga biasa dilakukan oleh masyarakat Jawa penganut paham saminisme.

Sebagai contoh masyarakat Samin Bojonegoro biasa menggelar tradisi Megengan sebelum masuk bulan puasa dan menjelang berakhirnya bulan puasa (lebaran).

Loading...

Baca Juga:
Wetu Telu; Budaya yang Terpinggirkan
Tradisi Orang Jawa, Sunda dan Betawi Sambut Ramadan

Hari-hari mendekati berakhirnya bulan puasa, komunitas adat Samin di Desa Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, selalu disibukkan dengan tradisi megengan atau kenduri (slametan).

Setiap warga di dusun itu saling mengundang warga lain untuk mengikuti tradisi di rumahnya. Hal ini dilakukan bergantian. Biasanya kegiatan megengan digelar setelah Magrib.

Puncak acara biasanya pada dua hari sebelum puasa. Selain membaca doa bersama-sama, tradisi megengan ditutup dengan pemberian buah tangan berupa berkat kepada setiap tamunya yang diundang.

Baca Juga: Ragam Tradisi Masyarakat Kalimatan, Madura, dan Lombok Jelang Puasa

‘Berkat’ yang disebut disini adalah pembagian buah tangan atau oleh-oleh berupa nasi yang diletakkan dalam besek atau bak kecil dibungkus plastik yang di dalamnya terdapat beraneka ragam jajanan pasar, dan tak ketinggalan pemberian kue apem.

Baca Juga:  Pilpres 2019, Politik Identitas Tumbuh Subur?

Pewarta: Romadhon

Loading...

Terpopuler