Connect with us

Politik

Median: Demokrat Harus Jeli dalam Menentukan Koalisi yang Tepat

Published

on

SBY menyampaikan sikap terkait UU Ormas di Kantor DPP Partai Demokrat, Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017). Foto Ucok Al Ayubbi/ NusantaraNews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Partai Demokrat tidak boleh tidak penting mempertimbangkan dua hal guna memperlebar peluang keterpilihan calon presiden (capres) pada pemilihan Presiden 2019. Demikian ditegaskan Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Pertama, ungkap Rico, partai yang didirikan oleh mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono itu harus memilih kandidat capres yang betul-betul memiliki kompetensi sesuai apa yang dibutuhkan publik saat ini. “Kompetensi yang dibutuhkan publik sekarang terutama adalah di bidang ekonomi,” kata Rico.

Kedua, lanjutnya, yang patut menjadi perhatian Demokrat yaitu soal koalisi.

“Demokrat harus jeli dalam menentukan koalisi yang tepat. Sebab jika salah membuat keputusan terkait koalisi, boleh jadi Demokrat akan kehilangan konstituennya,” hematnya.

Apalagi, kata dia, Demokrat yang sekarang tidak cukup kursi untuk memajukan capres pada Pilpres 2019 mendatang.

“Partai pun harus berkoalisi, baik bergabung ke dalam koalisi yang telah ada, atau membangun sendiri format koalisi bersama partai-partai yang belum jelas arah koalisinya,” jelasnya.

“Karena kursi Demokrat tidak cukup untuk maju sendiri, Demokrat harus membentuk dulu format koalisi dengan partai lain. Di sini rumitnya, bila salah berkoalisi, Demokrat justru bisa kehilangan konstituen utamanya,” tambah Rico.

Sebelumnya, petinggi partai pengusung Joko Widodo sebagai calon presiden 2019, Puan Maharani mengatakan bahwa, tak menutup kemungkinan Partai Demokrat bergabung mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Namun, ia menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada Partai Demokrat.

Hal ini disampaikan Puan menanggapi kedatangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menemui Presiden Jokowi di Istana untuk menyerahkan undangan Rapimnas Demokrat. “Ya mungkin saja. Ya saya enggak tahu itu kan internal Demokrat,” ujar Puan di Kompleks Istana Presiden, Selasa (6/3).

“Tapi apakah kemudian Demokrat juga mempunyai keinginan kemudian mempunyai hal-hal yang ingin dilakukan dengan pemerintahan sekarang ya saya enggak tahu,” imbuh Puan.

Pewarta/Editor: M. Yahya Suprabana

Komentar

Advertisement

Terpopuler