Berita UtamaPolitikTerbaru

MBS dan Visi 2030 Arab Saudi

NUSANTARANEWS.CO – Seperti telah diumumkan bahwa Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud telah mengeluarkan dekrit yang menunjuk anaknya Mohammed bin Salman (MBS) sebagai putra mahkota. Penunjukan ini sekaligus telah menyelesaikan proses suksesi kekuasaan secara mulus di Kerajaan Arab Saudi. Bukan itu saja, suksesi ini juga menandai percepatan alih generasi kepada generasi muda, di mana saat ini lebih dari setengah populasi Arab Saudi berusia di bawah 25 tahun.

Sebagai seorang pembaharu, Pangeran MBS adalah pendukung utama Visi 2030, sebuah blue print ambisius yang diluncurkan pada tahun 2016 guna mendiversifikasi dan memodernisasi ekonomi Arab Saudi agar tidak bergantung pada minyak.

Sebagai seorang putra mahkota termuda dalam sejarah Arab Saudi, MBS memiliki ambisi untuk membangun negerinya. Pertama, mendukung 100% program Vision 2030. Mendiversifikasi ekonomi Saudi, dengan mengurangi ketergantungan pada sektor pendapatan minyak, dan menciptakan lapangan kerja di luar sektor minyak. MBS berkeyakinan bahwa cadangan minyak Arab Saudi akan jauh lebih berharga di masa depan, dengan munculnya bahan bakar alternatif dan teknologi energi terbarukan.

Baca Juga:  HUT Nuansa Satu Abad NU, Gerindra Berburu Ridho Ulama NU Menang Pemilu 2024

Dengan Visi 2030, MBS mencoba untuk menguangkan dimuka cadangan minyak Arab Saudi sebanyak mungkin – yang hasilnya akan dialokasikan untuk mengembangkan sektor non-minyak, dan menginvestasikan aset luar negeri untuk mengimbangi kerugian yang tak terelakkan dalam pendapatan minyak. Salah satu langkah yang akan diambil adalah dengan memprivatisasi sebagian Saudi Aramco melalui penawaran umum perdana pada 2018.

Langkah berikutnya adalah mengubah Arab Saudi menjadi negara dengan kekuatan militer utama regional yang mampu menghadapi ancaman eksternal, termasuk Iran. Untuk itu, Arab Saudi harus segera melepaskan diri dari ketergantungan perlindungan militer AS, yang telah bertahan sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Diperlukan waktu satu dekade atau lebih untuk menggapai tujuan tersebut. Visi dan misi telah dipapar. Tawaran masa depan kepada para pangeran telah di gelar. Apakah transisi kekuasaan akan berjalan lancar setelah Raja Salman wafat? Kita tunggu saja.

Sementara para pemimpin negara-negara Arab langsung mengucapkan selamat atas penunjukan Pangeran Mohammed secara resmi sebagai putra mahkota. Di antaranya, Sultan Qaboos dari Oman, Raja Abdullah dari Jordania, Presiden Mesir Abdel Fattah As Sisi, dan Presiden Yaman Abd. Rabbu Mansour Hadi. (Banyu)

Related Posts

1 of 6