Connect with us

Politik

Mayoritas Pemilih DKI Ingin Gubernur Baru, Agus atau Anies?

Published

on

Kerukunan Cagub-Cawagub DKI 2017/Foto Istimewa
Kerukunan Cagub-Cawagub DKI 2017/Foto Istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) menemukan bahwa mayoritas pemiliha DKI Jakarta menghendaki gubernur baru. Salah satu temuan LSI ini tentu saja membuat calon gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan timnya harus lebih giat lagi bekerja keras.

Lantas, sebanyak 61.3% warga DKI yang ingin gubernur baru seperti dilansir LSI tersebut akan memilih pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta yang mana? Agus-Sylvi atau Asies-Sandi? Berikut ini isu yang dikembangkan oleh LSI bulan Desember ini.

Baca : Temuan LSI Denny JA; Mayoritas Pemilih DKI Ingin Gubernur Baru

“Jika dibreakdown dari mereka yang inginkan gubernur baru (60.3 %), sebesar 47.60 %  (dari 60, 3% itu) mendukung Agus-Sylvi, dan 34.80 % (dari 60,3% itu) mendukung Anies-Sandi. Untuk sentimen ingin gubernur baru, jika pilkada hari ini, Agus lebih dipilih dibandingkan Anies,” papar Denny dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (14/12/2016).

Menurut catatan LSI, saat ini, Desember 2016, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylvi) memperoleh dukungan tertinggi dan sudah mengalahkan pasangan petahana (incumbent) Basuki Tjahaya Purnama-Djarot Syaiful Hidayat (Ahok-Djarot) di atas margin of error.

“Pasangan Agus-Sylvi memperoleh dukungan 33.6 %, pasangan Ahok-Djarot memperoleh dukungan 27.1 %, dan pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno (Anies-Sandi) memperoleh dukungan 23.6 %. Mereka yang belum memutuskan (undecided voters) sebesar 15.70 %,” paparnya.

Menurut Denny, dukungan pemilih cukup terfragmentasi kepada ketiga kandidat. Memang selisih elektabilitas pun di antara ketiga kandidat belum double digit. Namun demikian, lanjutnya, saat ini Agus-Sylvi sudah mengungguli kompetitor terdekatnya yaitu Ahok-Djarot dengan selisih 6.50 %. Sementara Ahok-Djarot dan Anies Sandi selisih elektabilitasnya dibawah margin of error survei dengan selisihnya hanya 3.50 % (margin of error).

Baca Juga:  Denny JA Sebut Pemenang Pilpres 2019 Diantara Ketiga Nama Ini

Baca juga : Status Tersangka: Hambatan Psikologis Publik untuk Memilih Ahok

Denny menyampaikan, peluang pilkada dua putaran cukup besar. Khusus pilkada DKI Jakarta, calon pemenang harus memperoleh dukungan minimal 50%+1. Karena itu, kata Denny, untuk lolos ke putaran kedua, jika  3 pasangan calon, maka setiap pasangan calon harus melampaui the magic number yaitu 33.3 % (Pembagian 100% : 3). Jika mengacu pada survei terbaru LSI Denny JA Desember 2016 ini, maka baru pasangan Agus-Sylvi yang telah mencapai the magic number tersebut. Karena saat ini dukungan Agus-Sylvi sebesar 33.6%.

“Inilah temuan kedua yang penting dalam survei Desember 2016. Jika pilkada hari ini, Agus-Sylvi pasangan pertama yang dipastikan lolos ke putaran kedua. Sementara pasangan Ahok dan pasangan Anies masih berebut tiket untuk putaran kedua. Jika pertarungan pilkada DKI saat ini adalah semi final, Agus sudah mendapatkan tiket masuk finalnya. Lawan tanding Agus di final  menunggu pemenang Ahok versus Anies,” terang Denny.

Sampai disini, lanjut Denny, dukungan ketiga kandidat pun saling mengalahkan di beberapa segmen pemilih. Di segmen agama, pemilih muslim yang merupakan populasi pemilih terbesar, Agus-Sylvi memperoleh dukungan sebesar 36.10 %, disusul Anies-Sandi 25.20 %, dan Ahok-Djarot sebesar 21.70 %. Masih ada 17 % pemilih muslim yang belum menentukan pilihan.

“Di pemilih Non Muslim, Ahok-Djarot unggul telak yaitu sebesar 92.90 %. Dukungan terhadap Agus-Sylvi dan Anies-Sandi hanya masing-masig 3.60 %. Di segmen pendidikan, Agus-Sylvi unggul dari pasangan Ahok-Djarot maupun Anies-Sandi di segmen pemilih berpendidikan menengah ke rendah (Tamat SLTA ke bawah). Sementara Ahok-Djarot unggul di segmen pemilih yang berpendidikan tinggi (pernah kuliah atau diatasnya),” kata Denny.

Sementara di segmen pendapatan, lanjutnya, Agus-Sylvi unggul dari pasangan Ahok-Djarot maupun Anies-Sandi di pemilih berpendapatan rendah (dibawah 3.5 Juta sebulan), sementara pasangan Ahok-Djarot unggul dari pasangan Anies-Sandi maupun Agus-Sylvi di segmen pemilih pendapatan tinggi (pendapatan 3.5 Juta ke atas/bulan). Sedangkan di segmen usia, Agus-Sylvi unggul di hampir semua segmen usia terutama di pemilih yang kategori usianya dibawah 50 tahun. Sementara pasangan Ahok-Djarot unggul di segmen usia diatas 50 tahun.

Baca Juga:  Partai Baru, Gagasan, Pemilik Modal dan "Politics as Usual" (Bag. I)

“Secara teritori, Agus-Sylvi sementara ini unggul di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Pasangan Ahok-Djarot unggul tipis di Jakarta Selatan. Dan ketiga pasangan calon bersaing ketat di Jakarta Barat. Jika dibreakdown dukungan ketiga pasangan kandidat di berbagai segmen etnis pemilih, maka pasangan Agus-Sylvi unggul di pemilih beretnis Betawi dan Sunda. Sementara pasangan Ahok-Djarot unggul di pemilih beretnis Jawa dan etnis lainnya,” jelas pemrakarsa LSI itu. (red-02)

Loading...

Terpopuler