Connect with us

Hankam

Mayjen TNI Arif Rahman: Prajurit Harus Mengerti dan Memahami Jati Diri TNI

Published

on

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen Arif Rahman. Foto: Dok. Pendam

NUSANTARANEWS.CO, Madiun – Setiap prajurit harus mengerti dan memahami jati diri TNI. Pertama, sebagai tentara rakyat; tentara yang berasal dari rakyat bersenjata yang berjuang melawan penjajah untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Kedua, tentara pejuang; tentara yang berjuang menegakkan dan mempertahankan NKRI dan tidak mengenal menyerah terhadap setiap tantangan. Ketiga, tentara nasional; tentara kebangsaan, bukan tentara kedaerahan, suku, rasa atau golongan agama tetapi TNI mengutamakan kepentingan nasional dan kepentingan bangsa di atas semua kepentingan daerah, suku, ras dan golongan agama. Keempat, tentara profesnional;  tentara yang mahir menggunakan peralatan militer, mahir bergerak dan mahir menggunakan alat tempur serta mampu melaksanakan tugas secara terukur dan memenuhi nilai-nilai akuntabilitas.

Hal itu ditegaskan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arir Rahman saat memberikan arahan kepada anggota prajurit dan ASN Korem 081/DSJ beserta jajaran di Aula Makorem 081/DSJ, Madiun, Senin (21/11). Seperti diketahui, Pangdam melakukan kunjungan kerja ke Madiun pasca dilantik menjadi orang nomor satu di Kodam V/Brawijaya pada 14 November lalu menggantikan Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko.

Lebih lanjut, Pangdam juga menyampaikan bahwa prajurit dan keluarganya merupakan cerminan bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku, bahasa maupun budaya, akan tetapi semua itu tetap satu untuk menjaga kedaulatan NKRI.

“Sebagai prajurit teritorial harus turun kelapangan untuk mengetahui gejala-gejala negative yang terjadi di masyarakat, terutama hal-hal yang mengarah pada aksi komunisme, radikalisme, terorisme maupun konflik-konflik horizontal. Efektifkan komunikasi antara prajurit dan rakyat, sehingga terwujud figur aparat teritorial yang mencintai dan dicintai rakyat,” ujar Pangdam.

Selain itu, Pangdam juga mengajak para Babinsa untuk selalu aktif dalam kegiatan di desa binaannya dan juga selalu berkomunikasi dengan aparat terkait terutama dengan Kepala Desa dan Babinkamtibmas di daerahnya.

“Kepada anggota Persit perlu diingat bahwa tugas seorang persit adalah mendukung dan membantu tugas suaminya. Begitupun seorang Prajurit harus bisa menciptakan keluarga yang harmonis dan menjadi contoh di masyarakat. Sesuai dengan perkembangan kedepan secara geografi yang mengharuskan kita untuk mendidik anak-anak supaya pandai dan cerdas untuk menghadapi tantangan yang semakin berat dan kompleks,” ingatnya. (red)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler