Connect with us

Mancanegara

Mattis Sambangi Beijing Guna Membahas Laut Cina Selatan dan Kawasan Indo-Pasifik

Published

on

Peta Laut China Selatan/Foto Istimewa/Nusantaranews

Peta Laut China Selatan/Foto Istimewa/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Singapura – Menteri Pertahanan Amerika Serikat James N Mattis mengatakan kebijakan Cina di Laut Cina Selatan berbeda dengan strategi pertahanan AS di kawasan Indo-Pasifik.

Berbicara di acara International Institute for Strategic Studies Shangri-La Dialogue di Singapura, Sabtu (2/6), Mattis mengungkapkan sejumlah strategi pertahanan Amerika di kawasan Indo-Pasifik. Salah satunya ialah memperluas perhatian pada kawasan maritim.

“Kemitraan maritim adalah domain global, dan jalur komunikasi laut merupakan arteri vitalitas ekonomi untuk kepentingan semua. Visi kami adalah mempertahankan vitalitas itu dengan membantu mitra kami membangun kemampuan dan kapasitas angkatan laut, penegakan hukum untuk meningkatkan pengawasan dan perlindungan perbatasan serta kepentingan maritim,” urainya Mattis.

Baca juga: Cina Memperluas Kehadiran Militernya di Laut Cina Selatan

Mattis juga menjelaskan sikap AS terkait agresifnya keberadaan Cina, terutama di kawasan Laut Cina Selatan.

“Kami menyadari Cina akan menghadapi berbagai tantangan dan peluang di tahun-tahun mendatang. Kami siap mendukung kebijakan Cina jika mereka mengkampanyekan perdamaian dan kemakmuran jangka panjang untuk semua orang di wilayah yang dinamis ini,” katanya.

“Amerika Serikat akan terus mengusahakan hubungan konstruktif dan berorientasi masa depan dengan Cina. Kerja sama akan bisa terjadi kapan saja bersamaan dengan perkembangan situasi, termasuk persaingan yang di mana kita harus selalu siap menghadapinya,” kata Mattis.

Baca juga: Cina Semakin Menegaskan Kehadirannya di Laut Cina Selatan

Mattis mengatakui Amerika Serikat sadar dengan perkembangan Cina di Laut Cina Selatan khususnya dan kawasan Indo-Pasifik pada umumnya. Karenanya, Mattis mengungkapkan dirinya akan melakukan perjalanan ke Beijing untuk membahas persoalan tersebut dengan pendekatan terbuka, transparan, memperluas dan memperdalam dialog nasional antara AS dan Cina.

Baca Juga:  IPD 2018 di Kaltara Capai 46,17

Sebagai negara Pasifik, Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk membangun takdir bersama dengan kawasan Indo-Pasifik. Sebab, Cina menawarkan kemitraan strategis, buka ketergantungan strategis.

“Bersama sekutu dan mitra kami, Amerika tetap berkomitmen untuk menjaga keamanan kawasan, stabilitas dan kemakmuran ekonominya – pandangan yang melampaui transisi politik Amerika, dan akan terus menikmati dukungan bipartisan kuat Washington,” kata Mattis. (red/ed/nn)

Editor: Banyu Asqalani

Loading...

Terpopuler