Matahari dan Rembulan Menyinari Negeri

"Bulan di Atas Jendela" 70 x 90 cm acrilyc on canvas, 2004/Lukisan Wang Arif via wangarif.wordpress.com
“Bulan di Atas Jendela” 70 x 90 cm acrilyc on canvas, 2004/Lukisan Wang Arif via wangarif.wordpress.com

Puisi Faris Al Faisal

Matahari dan Rembulan Menyinari Negeri

/1/ Akar Belukar Sriwijaya dan Majapahit
Pada masa kejayaannya
Pelabuhan-pelabuhan dibangun
Armada laut dikuatkan
Keamanan perjalanan ditingkatkan
Pelayaran bersilang ke pulau-pulau
Ke negeri jiran hingga India, Arab dan Cina
Berdatangan berbagai bangsa
Perdagangan ramai
Persahabatan dijalin
Bertukar ilmu pengetahuan
Raja-raja silih berganti
Mewarisi tradisi
Mempertahankan kejayaan
Kerajaan demi kerajaan

***

Kemilau kerajaan
Emas bertaburan
Padi menguning
Kopra berlimpah
Lada dan pala
Hutan hijau
Kayu-kayu berkualitas
Mutiara kerang
Intan dan permata
Ikan nan segar
Batu-batu berwarna
Logam mulia
Pasukan bergajah
Kuda-kuda perkasa
Senjata-senjata pusaka

/2/ Penjajahan dan Perjuangan Kemerdekaan
Lalu datang bangsa Eropa
Datang dari lain benua dan negara
Berlabuh dengan sewenang-wenang
Menurunkan ribuan serdadu
Dengan congkak menginjak kemerdekaan
Merampas tanah pusaka
Mengangkut rempah-rempah
Mengawini paksa gadis-gadis pribumi
Menumpahkan darah bujang
Memberondong bedil dan senapan
Membuka liang kubur dan menimbun mayat-mayat yang tak berdosa
Membawa injil
Mengkristenkan orang-orang dengan muslihat
Membawa botol alkohol
Mengajarkan kebebasan bergaul
Memisahkan agama dari kehidupan
Mengadu domba putra-putra mahkota
Memecah belah kerajaan besar
Membangun daerah koloni
Memaksa rakyat bekerja tanpa upah
Bertahun dan berkurun penjajahan berlangsung

***

Perlawanan di mana-mana
Membahana di medan-medan pertempuran
Rakyat berteriak
Pejuang-pejuang tumbuh
Merata di berbagai negeri
Keris diacungkan
Rencong disilangkan
Bambu diruncingkan
Kujang disandangkan
Pedang-pedang terhunus
Melawan kezaliman
Mengusir kaum penjajah
Tak mundur meski nyawa melayang
“Allahu Akbar!”
Pekik takbir berkumandang
“Merdeka atau mati!”
Bukan slogan basi
“Sekali merdeka tetap merdeka, selama hayat masih dikandung badan!”
“Esa hilang dua terbilang!”
“Mati satu tumbuh seribu!”
Gugur kusuma bangsa
Lahir pejuang bangsa
Bangkit membela tanah air
Tumpah darah
Ibu pertiwi
Nusa bangsa

Baca Juga:  Utang dan Kemandirian Ekonomi Bangsa

/3/ Indonesia Jaya
Dengan persatuan dan kesatuan
Bahu membahu
Bersatu padu
Gotong royong
Tangan mencencang bahu memikul
Rakyat jelata dan pejuang-pejuang kusuma bangsa
Kemerdekaan diproklamasikan
Penjajah angkat kaki
Pemerintahan diatur
Pembangunan dicanangkan
Kota-kota dirajah
Kehidupan ditebarkan
Bahkan cinta pun mekar berbunga-bunga

***

Peradaban baru lahir
Era merdeka dibuka
Belenggu sudah lepas dari leher
Perjuangan bukan lagi angkat senjata
Bersihkan jelaga dari kaca lentera hati
Agar cahaya keimanan terus menyala
Tajamkan ujung pena
Agar kebodohan tak lagi menjajah
Runcingkan akal nurani
Agar kekayaan negara tak diambil asing

***

Di tanganmu duhai kaum muda
Masa depan bangsa Indonesia tegak berdiri
Jatuh bangunnya tergantung pada penjagaanmu
Maju mundurnya terserah pada perananmu
Layangkan impian negeri ini jauh ke angkasa langit
Di ketinggian gunung gemunung
Di atas gumpalan awan gemawan
Di puncak bintang gemintang
Matahari dan rembulan terang benderang
Menyinari negeri

Indramayu, 2018

*Faris Al Faisal lahir dan tinggal di Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Dewan Kesenian Indramayu. Karya fiksinya adalah novella Bunga Narsis Mazaya Publishing House (2017), Antologi Puisi Bunga Kata Karyapedia Publisher (2017), Kumpulan Cerpen Bunga Rampai Senja di Taman Tjimanoek Karyapedia Publisher (2017), dan Novelet Bingkai Perjalanan LovRinz Publishing (2018) sedangkan karya non fiksinya yaitu Mengenal Rancang Bangun Rumah Adat di Indonesia Penerbit Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017).

Puisi, cerma, cernak, cerpen dan resensinya tersiar berbagai media cetak dan online seperti Kompas, Tempo, Media Indonesia, Republika, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Lampung Post, Padang Ekspres, Rakyat Sumbar, Radar Cirebon, Radar Surabaya, Radar Sulbar, Radar Banyuwangi, Media Jatim, Merapi, Minggu Pagi, Banjarmasin Post, Bali Post, Bangka Pos, Magelang Ekspres, Malang Post, Solopos, Suara NTB, Joglosemar, Tribun Jabar, Tribun Bali, Bhirawa, Koran Pantura, Riau Pos, Tanjungpinang Pos, Fajar Makasar, Serambi Indonesia, Majalah Simalaba, Majalah Hadila, Majalah Suara Muhammadiyah, Tabloid Nova, IDN Times, Sportourism.id, Puan.co, Nyontong.Com, takanta.id, Jurnal Asia, dan Utusan Borneo Malaysia.

Baca Juga:  Belajar Berkelompok dan Manfaatnya Bagi Siswa dalam Pembelajaran Aktif

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]