Connect with us

Politik

Masukan Kyai NU Jadi Pertimbangan, PKB Hati-hati Ambil Keputusan Soal Pilkada Jakarta

Published

on

Anggota komisi III DPR fraksi PKB Abdul Kadir Karding. Foto IST
Anggota komisi III DPR fraksi PKB Abdul Kadir Karding. Foto IST

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (Sekjen DPP PKB), Abdul Kadir Karding, mengungkapkan bahwa masukan dari para sesepuh dan kyai Nahdlatul Ulama (NU) memang menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan terkait dukungan di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua nanti.

Namun, menurut Karding, karena para sesepuh dan kyai NU pun memiliki perbedaan sikap, maka pihak DPP PKB pun harus betul-betul berhati dalam mengambil keputusan nantinya.

“Terbelah juga kan (sesepuh dan kyai), ada kyai yang mendukung 3 (Anies-Sandi), ada yang mendukung 2 (Ahok-Djarot), jadi banyak pertimbangan. NU-nya juga dari sisi personal ada yang mendukung kesana, ada yang mendukung kesini, jadi memang harus hati-hati,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Jum’at (10/03/2017).

Selain masukan dari para sesepuh dan kyai, lanjut Karding, DPP PKB juga akan mempertimbangkan keinginan para kader di tatanan bawah. Namun karena belum melakukan jajak pendapat, PKB pun masih belum mengetahui apa yang diinginkan oleh kader.

“Belum, kita belum survei. Kan harus survei dulu kalau mau tahu keinginan (grassroot), kan kalau cuma melihat 1 orang gitu kan belum tentu (mewakili) kan,” ujar Anggota Komisi III DPR RI itu.

Karding menuturkan, karena masalah Pilkada DKI Jakarta sudah menjadi masalah nasional, maka pihaknya pun akan melakukan survei secara menyeluruh.

“Belum sih, tapi itu kan menjadi masukan, kan pilkada Jakarta ini bukan hanya DKI sekarang, implikasinya nasional ya kan, jadi semua dimintai masukan,” katanya.

Penulis/Reporter: Rudi Niwarta

Loading...

Terpopuler