Berita UtamaLintas NusaTerbaru

Marthin Billa Serukan Masyarakat Untuk Bumikan 4 Pilar Kebangsaan

Marthin Billa serukan masyarakat untuk bumikan 4 Pilar Kebangsaan.
Marthin Billa serukan masyarakat untuk bumikan 4 Pilar Kebangsaan/Foto : Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digelar oleh anggota DPD RI, Marthin Billa di Desa Sajau Pura, Tanjung Palas, Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu (28/5/2022).

NUSANTARANEWS.CO, Bulungan – Pancasila sebagai ideologi bangsa yang lahir dari nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat Indonesia. Maka implementasi dan membumikan Pancasila bukan hanya kewajiban pemerintah saja namun sudah menjadi tugas seluruh elemen masyarakat.

Hal ini disampakan Anggota DPD RI, Dr. Drs. Marthin Billa, M.M saat menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Sajau Pura, Tanjung Palas, Bulungan, Kalimantan Utara, 26 – 28 Mei 2022.

“Ini wajib dilakukan semua komponen dan semua elemen bangsa. Agar Pancasila tidak hanya menjadi slogan dari azas negara namun hendaknya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Menurut Pria yang akrab dipangil MB tersebut, implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari bisa dilakukan dengan tindakan-tindakan nyata. Misalnya, terkait implementasi sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa bisa dilakukan dengan saling menghormati antar agama.

Begitu juga dengan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dapat diwujudkan dengan saling membantu mereka yang memerlukan.

Baca Juga:  ILAU Dayak Agabag Telah Mampu Geliatkan Perekonomian di Perbatasan

“Yuk kita saling menghormati antar agama, jangan saling meniadakan. Kemudian kita punya rasa, tenggang rasa maka kemudian saling membantu. Apalagi dalam kondisi pasca pandemi Covid-19 saat ini, menjaga kedisiplinan dan saling bantu adalah salah satu bentuk pengamalan Pancasila,” jelasnya.

Menurutnya, dalam kondisi pandemi seperti ini, implementasi sila ketiga Persatuan Indonesia sangat diperlukan. Nilai persatuan itu dibutuhkan untuk menghadapi tantangan yang kian beragam, baik dalam hal ideologi maupun ilmu pengetahuan teknologi, dan lainnya.

Nilai persatuan ini juga menjadi bekal untuk mewujudkan masyarakat yang bijaksana dan mengedepankan musyawarah, sehingga bisa tercapai keadilan sosial bagi seluruhnya.

“Saya kira itu yang tadi menjadi catatan penting. Maka narasi dan contoh baik mesti dimunculkan, baik di dunia nyata maupun dalam dunia virtual, sehingga masyarakat memiliki semangat yang baik juga,” katanya.

Derasnya arus globalisasi, ungkap MB, rentan merusak jati diri bangsa jika tidak disaring melalui literasi media. Informasi yang tidak valid, tentu mudah merasuk sendi-sendi kehidupan.

Akibatnya, informasi yang tidak benar atau disebut hoax, akan mencemari kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini jika kita menelan mentah-mentah informasi media sosial atau internet, tanpa menyaringnya dengan bijaksana.

Baca Juga:  Tanam Serentak, Bukti Komitmen Korem Baladhika Jaya Dukung Ketahanan Pangan

Nilai-nilai Pancasila sebagai penyaring dan penjaga kepribadian bangsa harusnya bisa membendung arus globalisasi itu. Untuk itulah perlu kembali menggaungkan di semua lini pemerintahan.

“Terlebih lagi, pengguna digital saat ini didominasi generasi milenial, yang kelak menjadi penerus bangsa. Tentu, filter-filter bernama nilai-nilai Pancasila sangat diperlukan untuk generasi penerus bangsa ini,” tandasnya.

Lebih lanjut Marthin Billa mengungkapkan Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak keanekaragaman. Dari sabang sampai merauke Indonesia terkenal akan keanekaragamannya, mulai dari ras, suku, budaya, agama, etnis, bahasa, bahkan ekonominya-pun berbeda-beda tergantung pada ketersediaan sumber daya alam yang diberikan oleh setiap wilayahnya.

Namun hal itu tidak menjadikan bangsa Indonesia menjadi negara yang terpecah belah karena banyaknya akan perbedaan. Meskipun setiap suku memiliki adat istiadat yang berbeda-beda, penggunaan bahasa di setiap daerah yang berbeda-beda, agama yang di anut setiap orang-pun berbeda-beda, hal itu tidak membuat lunturnya semangat persatuan pada masyarakat Indonesia, karena yang membuat Indonesia menjadi negara yang satu-kesatuan adalah dengan adanya Bhinneka Tunggal Ika.

Baca Juga:  Bupati Nunukan Silaturahmi Dengan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan

“Terlebih di Kaltara ini, masyarakatnya sangat heterogen karena terdiri dari berbagai suku dan agama. Maka membumikan semboyan Bhineke Tunggal Ika juga sangat penting untuk mayarakat Kaltara yang boleh dibilang miniaturnya Indonesia,” jelasnya

Selanjutnya, masyarakat juga harus faham dan dapat memaknai serta menjalankan UUD 1945. Nilai-nilai luhur Pancasila tertuang dalam norma-norma yang terdapat dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945. Norma konstitusional UUD 1945 menjadi acuan dalam pembangunan karakter bangsa.

“Keluhuran nilai dalam Pembukaan UUD 1945 menunjukkan komitmen bangsa Indonesia untuk mempertahankan pembukaan dan bahkan tidak mengubahnya,” paparnya.

Dalam Pasal 1 ayat 1 UUD 1945 disebutkan negara Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk republik.

Dalam pembangunan karakter bangsa dibutuhkan komitmen terhadap NKRI.

Karakter yang dibangun pada manusia dan bangsa Indonesia dalah karakter yang memperkuat dan memperkukuh komitmen terhadap NKRI. Bukan karakter yang berkembang secara tidak terkendali, apalagi menggoyahkan NKRI.

“Maka rasa cinta terhadap tanah air perlu dikembangkan dalam pembangunan karakter bangsa. Intinya, saya mengajak kepasa seluruh elemen masyarakat, mari kita bumikan 4 Pilar Kebangsaan ini. Karena jika kita mampu melakukannya, bangsa ini pasti akan mampu bersaing dengan bangsa lain dalam bidang apapun,” pungkasnya. (Red)

Pewarta: Eddy Santry

Related Posts

1 of 2.915