Connect with us

Mancanegara

Marinir Amerika Tiba di Pulau Socotra Yang Unik di Yaman

Published

on

Marinir Amerika Tiba di Pulau Socotra

Marinir Amerika Tiba di Pulau Socotra

NUSANTARANEWS.CO – Marinir Amerika tiba di Pulau Socotra. Awal Maret, para pejuang Houthi kembali bentrok dengan pasukan pemerintah Abd Rabbuh Mansur Hadi di distrik Khub wa al Shaf, di mana pasukan Houthi berhasil merebut al Hazm, ibukota provinsi al Jawf.

Namun pada serangan hari Senin (9/3), pasukan pemerintah Hadi yang didukung oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim bahwa mereka berhasil merebut kembali beberapa kota di distrik Khub wa al Shaf di provinsi  al Jawf di Yaman utara, sebagaimana dilansir Koran lokal Yaman.

Dilaporkan pula bahwa para pejuang Houthi mengklaim telah menembak jatuh pesawat pengintai pasukan koalisi yang dipimpin Saudi atas distrik Al Tahita di provinsi  al Hudaydah di Yaman barat pada Selasa (10/3) – ketika pasukan koalisi pimpinan Saudi melakukan serangan udara.

Seperti diketahui, Arab Saudi dan UEA adalah operator utama pasukan koalisi dalam melancarkan agresi terhadap Yaman sejak Maret 2015 untuk mendukung mantan presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansur Hadi, sekaligus menentang gerakan Houthi Ansarullah.

Agresi militer pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah membunuh dan melukai lebih dari 600.000 warga sipil, menurut Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman. PBB bahkan melaporkan bahwa akibat agresi militer dan isolasi  terhadap Yaman  telah menyebabkan bencana kemanusiaan terbesar di abad 21.

Beberapa negara Barat, khususnya AS dan Inggris, dituduh terlibat dalam agresi, terutama dengan pasokan senjata canggih dan peralatan militer kepada rezim Riyadh.

Tanpa malu-malu lagi, AS secara terbuka telah mengerahkan pasukan marinirnya ke Pulau Socotra di Yaman pada akhir pekan lalu (7/3) untuk mendukung perang pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi. Media lokal setempat melaporkan bahwa sejumlah besar marinir AS telah tiba di Pulau Socotra yang strategis di Yaman, untuk memasang sistem pertahanan rudal Patriot.

Baca Juga:  Puisi Menteri Susi Pudjiastuti: Berbeda Itu Indah

Sanaa Post melaporkan bahwa pasukan marinir AS diterima oleh pasukan UEA yang bermarkas di pulau itu. Ada spekulasi bahwa AS akan membangun pangkalan militernya sendiri untuk melengkapi pos-pos pengamatan dengan sistem pertahanan udara di pulau yang terletak strategis yang menghadap ke Laut Arab dan Samudra Hindia, tambah Monitor, media Timur Tengah.

Socotra, adalah rumah bagi sekitar 60.000 orang, tepat berada di pintu masuk ke Teluk Aden. Socotra merupakan jalur lalu lintas laut yang menghubungkan Selat Bab al-Mandab dan Terusan Suez. UNESCO telah mendaftarkan Pulau ini sebagai situs warisan alam dunia karena memiliki ekosistem yang unik.

Warga Pulau Socotra telah berulang kali melakukan protes untuk melampiaskan kemarahan mereka di Uni Emirat Arab (UEA) karena mengerahkan pasukan militer di sana. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler