Connect with us

Hukum

Mantan Pimpinan KPK dan Aktivis Antikorupsi Dukung Pembentukan TPGF untuk Novel Baswedan

Published

on

Sekolah Anti Korupsi (Sakti) mengadakan aksi teatrikal penuntaskan kasus Novel Baswedan/Foto Restu Fadilah/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad akan menyambangi Gedung KPK yang terletak di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, (31/10/2017). Dia mengajak serta mantan pimpinan lainnya seperti Busyro Muqoddas; Bambang Widjojanto serta para aktivis anti korupsi lainnya.

Pantauan Nusantaranews.co di lokasi, Abraham sudah tiba sekira pukul 10.20 WIB di Markas Antirasuah ini.

Kepada awak media, ia mengatakan akan bersilaturahmi sekaligus memberikan dukungan pada KPK. Dukungan itu disebut Samad terutama terkait teror air keras yang menimpa Novel Baswedan yang tak kunjung terungkap.

“Maksud kedatangan kami mantan pimpinan dan beberapa aktivis kami ingin melakukan komunikasi atau audiensi silaturahmi dengan pimpinan KPK sekarang untuk membicarakan beberapa hal diantaranya kami ingin mendorong pimpinan KPK sekarang untuk mengusulkan tim gabungan pencari fakta (TGPF) terhadap kasus Novel,” katanya.

“Kenapa ini perlu? Karena setelah berlarut-larutnya waktu yang memakan waktu begitu lama, kasus Novel tidak ada penuntasan, dengan kata lain terkatung-katung. Ini bisa mengganggu keberadaan KPK. Oleh karena itu kita berpikiran untuk usulkan pada pimpinan KPK agar mengusulkan ke presiden bentuk TPGF,” katanya.

Selang beberapa menit kemudian, aktivis antikorupsi Najwa Shihab tampak juga di Markas Agus Rahardjo CS itu.

Nana bilang, nantinya pihaknya akan menyerahkan surat yang berisikan mendesak pimpinan KPK untuk mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo auoaya segera membentuk TPGF.

“Surat ini ditandatangani oleh 23-24 orang, pada intinya kami merasa sudah 200 hari, sudah lebih dari enam bulan dan memang sudah sangat mendesak pembentukan (TPGF) ini karena teror terhadap Novel Baswedan ini teror terhadap kita semua yang peduli terhadap pemberantasan korupsi di negeri ini. Jadi sangat urgen untuk segera dibentuk TGPF ini,” tutup Najwa.

Baca Juga:  Kasus Novel, JSKK: Bukti dan Saksi Masih ada, Jokowi Kemana

Reporter: Restu Fadilah
Editor: Romandhon

Loading...
Advertisement

Terbaru

Advertisement

Terpopuler